Cerita Angga Dwimas Sasongko soal Penayangan JUMBO di Luar Negeri
ยทwaktu baca 2 menit

Film JUMBO yang diproduksi Visinema Studios tayang di luar negeri. Founder & CEO Visinema Angga Dwimas Sasongko memberikan kredit terbesar untuk sales agent Visinema di Prancis, Magic Fair.
"Di luar negeri, saya urus sendiri. Saya punya sales agent di Prancis. Sekarang 30 negara," kata Angga ditemui usai hadir dalam diskusi Motion Pictures Association (MPA) di Park Hyatt, Jakarta Pusat, Rabu (11/6).
Terkait distribusi internasional, pihak Visinema sudah mulai membangun jejaring sebelum JUMBO tayang di bioskop.
"Kalau sekarang ada di 30 negara dan hampir 40 negara, itu effort-nya tim distribusi saya sama sales agent international. Itu sudah kami kerjakan dari 3 tahun lalu," tutur Angga.
"Ini kerja profesional antara tim distribusi Visinema dan sales agent kami bernama Magic Fair di Prancis," lanjutnya.
Angga Dwimas Sasongko mengatakan, ada dukungan dari pemerintah terkait penayangan film JUMBO di bioskop. Ia menyinggung jasa Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, yang membuat JUMBO semakin diterima di beberapa instansi pemerintah.
"Kalau pemerintah dukung, tentu. Bu Irene sebagai Wamen Ekraf, sangat mendukung. Bahkan dia yang bantu kami punya partnership sama beberapa instansi pemerintah. Itu kerjanya Bu Irene," tutur Angga.
Angga Dwimas Sasongko Ungkap JUMBO Punya Kekuatan Cerita Lokal
Menurut Angga Dwimas Sasongko, JUMBO punya kekuatan lokalitas yang sempurna. Kekuatan itu juga menarik perhatian penonton di luar negeri. Bagi Visinema, cerita lokal bisa menjaga inovasi film Indonesia agar tetap jaya di pasar luar negeri.
Jumlah 40 negara yang menayangkan JUMBO masih terus bertambah, dengan dukungan partner agen penjualan internasional.
Setelah JUMBO, Visinema kini fokus dengan proyek lainnya, yaitu Ratu Malaka, sebuah laga terbaru garapan Angga. Ada juga film Panggil Aku Ayah, adaptasi lokal dari film Korea berjudul Pawn.
