Cerita Arie Untung Dihujat hingga Disebut 'Sumbu Pendek'
Arie Untung mengaku bahwa suatu pernyataan yang dilontarkan oleh seorang figur publik terkait Islam pada 2016 lalu, berkaitan dengan keputusannya untuk tak lagi sembunyi-sembunyi dalam melakoni proses hijrah.
Kala itu, ia pada akhirnya memberanikan diri menunjukkan sikap--terkait pernyataan tersebut--sekaligus rasa bangga terhadap agama yang dianutnya. Bersamaan dengan itu, Arie juga mulai terang-terangan menunjukkan bahwa dirinya tengah berhijrah.
Hanya saja, ia harus merasakan dampak yang kurang menyenangkan setelahnya. Hal itu ia kisahkan dalam perbincangan bersama kumparan yang dipandu oleh Ustaz Erick Yusuf.
Mantan VJ MTV itu mengaku mendapat banyak hujatan dari netizen melalui media sosialnya.
"Ketika menunjukkan bahwa saya tidak nyaman dengan keyakinan saya dibegitukan, sudah, yang mem-bully banyak sekali. Followers juga banyak yang menghujat, banyak yang meninggalkan," ungkap Arie.
Tak hanya menghujat, bahkan tak sedikit netizen yang berusaha memboikot suami Fenita Arie itu agar tak lagi tampil di layar kaca.
"Ketika saya berusaha untuk berhijrah dan agak sedikit vokal menyuarakan agama saya itu, banyak sekali orang yang mengirimkan pesan ke stasiun televisi atau kepada orang tersebut mengenai saya. Bahkan, ada yang niat banget itu sampai ke semua stasiun televisi. Dia lihat saya ada acara apa, dia kemudian nge-post juga," tutur Arie.
"Bahkan produk pun begitu. 'Saya enggak mau pakai produk ini kalau modelnya masih Mas Arie.' Seolah-olah ingin dihabisi semua ladang nafkah saya dengan cara lewat media sosial," lanjutnya.
Arie pun kala itu belum mendapatkan teman yang sepaham. Teman-temannya justru menunjukkan perubahan sikap mereka dan mulai menjulukinya 'sumbu pendek'.
"Teman juga sudah banyak yang memandang dengan beda, 'Sudah sumbu pendek, nih.' Ya, pokoknya macam-macamlah kata-katanya. Bahkan, ketika teman-teman lagi kumpul, tiba-tiba saya datang, 'Ada Arie, ada Arie.' Kayaknya enggak asyik gitu. Padahal tadinya semua teman asyik-asyik saja," ungkap Arie.
"Ketika debat pun jadi ada bapernya. Ketika dia bilang, 'Wah, kamu, nama rasulullah digituin saja kamu sudah kayak emosi.' 'Ya, iyalah,' gitu. Itu enggak bisa diterima sama anak-anak. Ya, mungkin cara mencintainya tuh enggak sama," tambahnya.
Hingga saat ini, menurut Arie, ia masih kerap menerima hujatan dari netizen di media sosial. Hanya saja, ia lebih kerap memilih untuk tak membacanya.
"Jadi, ibaratnya, sekarang lebih banyak ditutup dengan lebih banyak berdoa. Bully itu seperti tes mental untuk saya. Kalau zaman rasulullah kan lebih parah bully-annya daripada saya," tandasnya.
Saksikan kisah selengkapnya mengenai perjalanan hijrah Arie Untung dan Fenita di sini.
Bagi kamu yang juga memiliki pengalaman berhijrah, yuk share cerita hijrah kamu kepada kumparan. Syarat dan ketentuannya bisa dibaca di sini.
