kumparan
Entertainment23 Mei 2020 11:14

Cerita Bertrand Antolin Berbagi dengan Anak Yatim Piatu di Tengah Pandemi

Konten Redaksi kumparan
Bertrand Antolin di acara Rene Furteter 5 Sens
Bertrand Antolin di acara Rene Furteter 5 Sens Foto: Munady Widjaja
Bertrand Antolin ternyata sudah lebih dari 10 tahun dipercaya menjadi bendahara di kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim piatu serta kaum dhuafa. Namun, di Ramadhan tahun ini, kegiatan buka puasa bersama ditiadakan lantaran merebaknya COVID-19.
ADVERTISEMENT
Sebagai gantinya, pria berdarah Perancis ini bersama beberapa orang lainnya mendatangi tiga panti asuhan untuk menyerahkan bantuan makanan berbuka puasa yang merupakan sumbangan dari para donatur dan sponsor.
“Tahun ini lebih spesial karena pandemi. Biasanya, anak-anak yatim diundang ke rumah ibu angkat saya yang muslim, ngaji di sana,” ucap Bertrand saat menjadi bintang tamu program Rumpi, Jumat (22/5).
“Karena berhubung ini pandemi, ya, kita ke sana drop makanan santunannya. Biasanya, banyak orang datang untuk bantu. Karena ini social distancing, setiap barang masuk, kita bongkar, masukin lagi. Lumayan, sih encok duduk di lantai berjam-jam,” sambungnya.
Bertrand Antolin di acara Rene Furteter 5 Sens
Bertrand Antolin di acara Rene Furteter 5 Sens Foto: Munady Widjaja
Pemeran sinetron Jodoh Wasiat Bapak ini mengaku telah memberikan 300 bantuan. Untuk ke depannya, dia berencana untuk menyalurkan bantuan lagi.
ADVERTISEMENT
“Anak yatim sudah kemarin 300, tapi tambahin 200 coming soon karena baru nyampe tas sekolah, Al-Quran, terus alat tulis. Santunannya kita taruh di dalam, enggak pakai salaman lagi,” beber Bertrand.
Ya, pemeran film Horror House ini mengatakan bahwa dirinya memang tetap menjaga jarak meski turun langsung saat memberikan santunan.
Bertrand mengaku sempat menolak ajakan beberapa anak yang ingin bersalaman dengannya demi menjaga kesehatan bersama.
“Aku yang enggak mau sampai aku pulang ada yang sakit. Apalagi, di rumah, ibu saya diabetes, ayah tiri saya kan has prostate cancer, jadi dua orang tua aku di rumah sangat berisiko tinggi terhadap COVID-19 ini. Jadi, saya benar-benar menjaga diri,” katanya.
ADVERTISEMENT
Setelah menyalurkan bantuan, pria berumur 39 tahun ini tak lupa untuk membersihkan diri ketika sudah sampai di rumah. Dia juga tak lupa untuk menjaga kebersihan di mana pun ia berada.
Selain itu, hal yang membuat Bertrand bangga adalah saat dia membantu mempromosikan usaha yang dijalankan oleh komunitas difabel. Kemudian, usaha tersebut berhasil memperoleh omzet yang besar.
“Kemarin saya posting ada komunitas difabel di Jawa. Mereka membuat masker, saya posting, omzetnya mencapai Rp 1,5 milyar. Itu salah satu yang membuat saya sangat bangga dan, kalau kata orang Islam, katanya amal jariyah,” pungkas Bertrand Antolin.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan