Kumparan Logo

Cerita Ferry Salim Jadi Duta Unicef Selama 12 Tahun

kumparanHITSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ferry Salim (Foto: Yurika Kencana/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ferry Salim (Foto: Yurika Kencana/kumparan)

Tak hanya memiliki kesibukan di dunia seni peran, rupanya aktor Ferry Salim sudah kurang lebih 12 tahun ikut aktif sebagai Duta Unicef, yang berfokus pada kehidupan anak-anak.

Aktor berusia 50 tahun ini pun berbagi pengalamannya saat harus keliling dan mengunjungi sejumlah wilayah pelosok di Indonesia. Lalu, apa saja ya, yang dilakukan Ferry selama 12 tahun?

instagram embed

"Saya memberikan advokasi semua hal ke seluruh Indonesia. Semua masalah Indonesia ya, masalah Unicef," ujar Ferry ketika ditemui di kawasan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (17/10).

Ayah Brandon Salim ini juga kerap melakukan kampanye dan sosialisasi kepada warga yang bermukim di pelosok Indonesia, untuk mendapatkan kehidupan dan pendidikan yang layak bagi anak-anak.

"Saya memberikan campaign, memberikan arahan soal pentingnya sekolah buat anak-anak. Pentingnya orangtua menjaga kesehatan anak-anaknya, semua anak -anak harus mempunyai akte lahir, sampai soal cuci tangan. Kemudian bahaya HIV/Aids, lalu pendidikan, semuanya," lanjut Ferry.

Pemain film 'Perfect Dream' ini mengaku mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran selama keliling menemui warga yang tinggal di pelosok.

Ferry Salim (Foto: Munady/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ferry Salim (Foto: Munady/kumparan)

Dalam salah satu foto yang diunggahnya ke akun Instagram, Ferry juga sempat berbagi kisah soal kunjungannya ke Wamena, Jayapura beberapa waktu lalu. Ferry terlihat menggendong salah satu balita di Wamena.

Ferry juga bercerita soal minimnya pendidikan dan fasilitas kesehatan bagi warga yang tinggal di daerah tersebut.

instagram embed

Selama menjadi Duta Unicef sejak 2004, Ferry mendapatkan banyak pengalaman yang memberinya pelajaran dalam hidup.

"Semenjak saya menjadi Duta Unicef, saya merasa menghargai hidup ini. Lebih melihat hidup ini dari sisi berbeda yang artinya, sifat human interest-nya lebih tinggi, dan jadi menghargai setiap napas lebih tinggi," tandasnya.