Kumparan Logo

Cerita Harry De Fretes Dagang Bubur Ayam: 4 Bulan Pertama Kayak Ditonjokin

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Harry de Fretes. Foto:  Aria Pradana/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Harry de Fretes. Foto: Aria Pradana/kumparan

Lama tak lagi muncul di layar kaca, aktor senior Harry De Fretes mengaku dirinya kini memiliki kesibukan baru di luar dunia hiburan dan Lenong yang membesarkan namanya.

Sudah empat bulan terakhir Harry De Fretes disibukkan dengan usaha barunya di dunia kuliner. Ia menjual bubur ayam dengan merek Boim Chicken.

"Masih, masih dong, masih jalan. Itu kan baru masuk bulan keempat, jadi saya ini usaha bubur, masih jalan. Sekarang malah lagi terus dibenahi apa yang kurang dan sebagainya," kata Harry di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Harry de Fretes Foto: Munady Widjaja

Alasan Harry De Fretes Jualan Bubur

Pemilihan bubur sendiri bukan tanpa sebab. Harry menganggap bubur adalah makanan sederhana yang pasti akan disukai oleh semua kalangan. Apalagi, ia meyakini bubur sebagai penganan yang terbilang sehat.

"Bubur itu makanan sehat. Kenapa sehat? Yang paling simpelnya adalah dia tidak membuat pencernaan kita bekerja keras untuk mencernanya," tutur Harry.

"Buat yang usianya sudah enggak muda seperti saya, bubur itu pilihan yang menarik. Artinya juga enggak bikin terlalu berat di perut, di pencernaan, tapi juga rasanya juga enak kok," sambungnya.

Harry de Fretes. Foto: Aria Pradana/kumparan

Berjualan bubur sendiri bukan hal mudah bagi Harry. Ia bahkan sempat merasa berada di titik terendahnya saat mencoba membangun usahanya ini.

"Berdagang tuh beda dengan jadi artis. Kalau syuting semua sudah dipersiapkan, skrip ada, kostum tinggal minta. Tapi berusaha membangun usaha, 4 bulan ini saya benar-benar kayak ditonjokin. Asli, kayak ditonjokin," ucap Harry.

"Kalau sebagai artis saya dapat privilege, dianggap senior. Kalau di usaha? Belum. Saya mesti merintis lagi," lanjutnya.

instagram embed

Meski begitu, Harry perlahan mulai menuai hasil dari kerja kerasnya. Bubur ayam dagangan pelan namun pasti mulai mendapatkan hati peminatnya.

Karena itu, kini Harry berusaha untuk fokus pada usahanya ini. Termasuk untuk terus menjaga kualitas baik dari bubur dagangannya.

"Sekarang saya puas, karena saya berhasil bikin sendiri, dihidangkan ke orang, orang bilang enak, dan dibayar. (Makanya) lagi fokus ke situ karena kan baru dimulai ya. Jadi harus difokusin dulu, nanti kalau sistemnya sudah bisa jalan sendiri, mungkin saya bisa konsentrasi ke yang lain," kata Harry.