kumparan
search-gray
Entertainment2 Agustus 2019 13:13

Cerita Isa 'Bajaj' Angkat Keranda Jenazah Agung Hercules

Konten Redaksi kumparan
Cerita Isa 'Bajaj' Angkat Keranda Jenazah Agung Hercules (36473)
Agung Hercules. Foto: Instagram @agunghercules88
Agung Hercules meninggal dunia di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta Barat, Kamis (1/8) karena penyakit kanker otak yang ia derita. Agung akan dimakamkan di TPU Cikutra, Bandung, Jawa Barat, usai salat Jumat.
ADVERTISEMENT
Menjelang proses pemakaman pelantun 'Astuti' itu, para kerabat dekat menyambangi rumah duka untuk mengantarkan Agung ke tempat peristirahatan terakhir. Di antara para kerabat yang hadir itu terlihat dua artis, Sinyorita Esperanza dan Isa 'Bajaj'.
Isa sebelumnya menyambangi RS Kanker Dharmais begitu mengetahui kabar kepergian Agung. Enggak hanya itu, ia sempat menggotong keranda jenazah Agung ke mobil jenazah saat akan dibawa ke Bandung dari Dharmais.
Cerita Isa 'Bajaj' Angkat Keranda Jenazah Agung Hercules (36474)
Isa Bajaj (tengah) saat mengunjungi pemakaman Agung Hercules di Jalan Parakan Mas, Kota Bandung, Jumat (2/8). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Pria 37 tahun itu sempat menceritakan pengalamannya ketika mengangkat keranda jenazah Agung Hercules. "Lihat Mas Agung dari body segala macam, saya cuma bertiga dari kamar rawat ke kamar jenazah ke alat dorong, Mas Agung ringan banget. Agak senyum juga," kata Isa saat ditemui di rumah duka, Jalan Parakan Mas, Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/8).
ADVERTISEMENT
Saat ini, Isa menuturkan kondisi keluarga Agung sudah lebih baik dibanding kemarin malam. Mereka tampak sudah mengikhlaskan kepergian Agung.
"Kalau dari istri dan anak-anak ikhlaskan karena penyakit sudah lama. Mas agung menderita sekali karena beberapa kali operasi," ucap Isa.
Cerita Isa 'Bajaj' Angkat Keranda Jenazah Agung Hercules (36475)
Sinyorita Esperanza Foto: Munady Widjadja
Sementara itu, Sinyorita mengatakan bahwa ia cukup intens menjenguk Agung Hercules ketika masih berada di rumah sakit. Dalam satu bulan, ia bisa menemui Agung empat kali dalam satu bulan. Sinyorita mengatakan bahwa pria 51 tahun itu sulit merespons seminggu sebelum meninggal dunia.
Sinyorita juga menceritakan mengenai kondisi keluarga Agung. Menurut dia, mereka kini sudah lebih baik dibanding sebelumnya.
"Dibandingkan kondisi semalam, siang ini lebih baik, sudah berusaha ikhlas keluarga. Mas Agung ternyata Allah lebih sayang," tutup Sinyorita.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white