Kumparan Logo

Cerita Matematika Tuhan Berbeda, Arda Hatna dapat Inspirasi Usai Hipnoterapi

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Media visit bersama Arda Hatna di kumparan, Jakarta, Kamis (8/10/2026). Foto: Dzaki Fadilah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Media visit bersama Arda Hatna di kumparan, Jakarta, Kamis (8/10/2026). Foto: Dzaki Fadilah/kumparan

Penyanyi Arda Hatna baru saja merilis single terbarunya berjudul Matematika Tuhan Berbeda. Ketika berkunjung ke kumparan, Arda Hatna sempat berbagi cerita soal penggarapan single tersebut.

Kata Arda Hatna, Matematika Tuhan Berbeda, berawal ketika dirinya selesai menjalani hipnoterapi. Ketika itu, Arda sempat melihat beberapa pasien lain yang juga ikut penanganan hipnoterapi itu.

"Aku penasaran mereka sebenarnya kenapa sih terus (coach) bilang, tahu gak mas, mereka yang ke sini tuh mereka adalah orang yang baik," ungkap Arda.

"Orang yang udah lama percaya, udah lama sabar tapi disakitin dimanipulasi pelakunya biasanya gak berbenah tapi dia sadar untuk berbenah," lanjutnya.

Usai mendengar penjelasan coach, Arda sempat termenung di mobil. Dari situ dia menemukan lirik yang menjadi reff di lagu tersebut.

Media visit bersama Arda Hatna di kumparan, Jakarta, Kamis (8/10/2026). Foto: Dzaki Fadilah/kumparan

'Di mobil saya nyanyi itu 'hai orang baik tak ada ruginya dirimu menjadi baik, seringnya dikhianati sakit disimpan sendiri, tapi...'," ujar Arda.

"Waktu itu saya belum nemu liriknya saya taro lagunya gak mau lanjutin karena ngomongin soal baik tuh cetek banget," tambahnya.

Untuk menyempurnakan lagu tersebut, Arda berusaha mencari diksi yang tepat untuk menggambarkan situasi yang ingin dia suguhkan di lagu itu. Bagaimana Tuhan memiliki perhitungan berbeda dengan manusia.

"Apa yang berhubungan dengan perhitungan kita dan yang di atas itu berbeda, kan kita itu yang kita gak tahu bukan berarti gak ada," tandasnya.

Media visit bersama Arda Hatna di kumparan, Jakarta, Kamis (8/10/2026). Foto: Dzaki Fadilah/kumparan

Sebelum Matematika Tuhan Berbeda, Arda telah merilis sejumlah lagu yang mengangkat cerita dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti Orang Tak Enakan, Belajar Jadi Bapak, Iya Iya Tidak Tidak, dan Tumbuh Bersama.

Sebagai musisi independen, ia terus mengeksplorasi cerita tentang manusia yang sedang belajar memahami diri sendiri, keluarga, hubungan, serta perjalanan hidup.

Lewat Matematika Tuhan Berbeda, Arda kembali membawa satu pertanyaan sederhana yang mungkin pernah muncul dalam diri banyak orang: buat apa menjadi baik kalau yang jahat selalu menang?

Bagi Arda, jawabannya bukan soal siapa yang lebih cepat mendapatkan hasil. Ada hal-hal yang memang belum bisa dipahami dari perhitungan manusia.