Cerita Surya Saputra Rela Tak Tidur 24 Jam demi Peran di "Menang untuk Kalah"

Aktor Surya Saputra melakukan persiapan khusus demi perannya di film berjudul "Menang untuk Kalah". Demi mendapatkan ekspresi yang natural, ia bahkan rela menjalani syuting dalam keadaan tidak tidur selama 24 jam lamanya.
Hal itu dilakukan Surya lantaran ia mengaku tantangan dalam adegan yang ia jalani cukup berat, di mana ia dituntut untuk meluapkan emosi di tengah staminanya yang minim akibat kurang tidur.
"Itu adegan puncak, saat lihat saya lagi marah-marah dan hancur. Dan hari itu ekstra, karena Persib baru menang. Dan kita ketegarannya luar biasa. Dalam keadaan begitu, harus tetap jaga emosi," ujar Surya Saputra dalam konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta.
Surya punya penilaian tersendiri soal karakter Bima yang ia perankan. Menurutnya, Bima merupakan sosok kepala keluarga yang berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya, tetapi mengambil keputusan yang keliru.
“Maaf ini buat saya berarti kan ada kesalahan yang dia buat. Suatu permintaan maaf dan dimaafkan. Tapi bagaimana kalo dia kembali membuat kesalahan. Apakah dimaafkan atau tidak. Ini adalah sebuah perjuangan laki-laki untuk menghidupi keluarganya dengan cara apa pun, meskipun terkadang caranya salah," ucap Surya.
Lebih lanjut, Surya menilai komunikasi menjadi bagian penting dalam membangun keluarga. Hal itu pula yang menjadi salah satu persoalan yang dihadapi Bima dalam film ini.
"Keluarga buat saya satu kesatuan ya. Kadang kita menghadapi masalah, tapi gimana kita komunikasikan dengan jujur dan dibicarakan. Nah di film ini, dia merasa bisa menyelesaikan semua. Karena merasa laki, ya menyelesaikan sendiri," ungkapnya.
Adegan tersebut, diakui Surya menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan karakter Bima. Dalam scene tersebut, Bima digambarkan berada pada titik emosional ketika kemarahan dan kehancuran dalam dirinya muncul secara bersamaan.
"Adegan itu diminta sama Pak Hasto dan emang berpengaruh sekali. Itu adegan puncak, saat lihat saya lagi marah-marah dan hancur. Untungnya Pak Hasto dari awal memberikan ruang dan kasih arahan yang tegas. Jadi lancar sih," beber Surya Saputra.
Menimpali Surya, Sutradara Hasto Broto mengatakan bahwa memang ia sendiri yang sengaja meminta Surya untuk tidak tidur demi mendapat ekspresi wajah karakter Bima yang terlihat alami tanpa bantuan riasan.
"Karena saya butuh lebih kepada ekspresi, fisik, ada satu scene yang saya buat khusus untuk tidak tidur selama 24 jam. Saya bilang jangan tidur, karena saya butuh ekspresi dia tanpa make up," kata Hasto Broto.
Film "Menang untuk Kalah" berkisah tentang Bima, kepala keluarga kelas menengah yang menghadapi tekanan ekonomi. Demi mencari jalan keluar, ia terjebak dalam pinjaman online ilegal dan judi online hingga berdampak pada kondisi ekonomi serta keharmonisan rumah tangganya dengan Dewi, yang diperankan Lulu Tobing.
Selain Surya Saputra yang berperan sebagai Bima, film ini turut diperankan oleh Lulu Tobing, Ajil Ditto, Putri Ziani, Yessy Gusman, dan Allesandrio Reinhard Karamoy.
Film arahan Hasto Broto dengan skenario karya Jujur Prananto ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 19 November 2026.
