Cerita Tommy Kurniawan dan Istri soal Momen Pertama Pertemuan Mereka

Bulan Februari lalu, Tommy Kurniawan melangsungkan pernikahan dengan seorang wanita bernama Lisya Nurrahmi di Aceh. Awal pertemuan mereka rupanya cukup singkat. Namun, keduanya memutuskan untuk melanjutkannya ke jenjang pernikahan.
Tommy kemudian bercerita tentang pertemuannya dengan Lisya. Ia mengaku mengenal Lisya lewat seorang rekan istrinya itu.
“Kita dikenalin sama temen Lisya yang sama-sama finalis Puteri Indonesia. Dikenalin, kita sering kontak pakai handphone,” ungkapnya saat ditemui di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, belum lama ini.
Dari perkenalan tersebut, Tommy merasa ada kecocokan antar mereka berdua. Padahal, mereka mengaku hanya bertemu beberapa kali sebelum memutuskan untuk menikah.

“Enggak tahu kenapa dalam proses perkenalan itu ngerasa ada kecocokan, padahal dari kenal sampai nikah itu ketemu paling cuma beberapa kali. Empat atau lima kali,” kata Tommy.
“Tapi, kita berdoa kalau memang Allah jodohkan kita menikah. Kalau enggak, akan ada jalannya masing-masing. Ternyata, Allah izinkan,” tambahnya.
Lisya kemudian juga mengaku bahwa dirinya merasa Tommy adalah pilihan yang tepat untuknya. Namun sebelumnya, ternyata Lisya sempat menolak untuk dikenalkan pada Tommy.
“Ya, gimana, ya? Kayak memang sudah jalannya gitu, awalnya aku enggak nyangka,” jelasnya. “Dikenalin juga agak nolak, tapi ternyata pas jalan, orangnya baik banget. Terus mungkin, kayak tipe aku ada di Mas Tommy. Ya sudah, jadi kayaknya, jalannya nikah.”
Lebih jauh, Lisya bercerita mengapa Masjid Baiturahman di Aceh dipilih sebagai saksi bisu pernikahan mereka. “Karena itu masjid paling bagus di Aceh. Sebenarnya, kita enggak dapet di masjid itu soalnya itu harus booking dari jauh-jauh hari,” katanya.
“Sedangkan rencana kita menikah itu (dalam) tiga bulan. Tiba-tiba saja, ada jalan kuota yang yang kosong. Sebenernya, kita ada opsi kedua. Tapi kayak rezeki saja dapet di situ karena itu masjid paling bagus di Aceh,” tambahnya.
Soal mas kawin yang diberikan Tommy, Lisya mengatakan bahwa tak ada filosofi khusus dari jumlah mahar yang diberikan suaminya. Namun, memang dicocokkan dengan hari lahir ayah Lisya.

“Kalau mahar itu emas murni 15 mayam Aceh setara dengan 50 gram kalo di sini (di Jakarta),” terang Lisya. “Sebenenya kalau ukuran orang Aceh itu biasa. Tapi, orang tua saya mikirnya tanggal lahir Papa saya.”
Disinggung soal resepsi di Jakarta, Tommy mengaku bahwa pelaksanaannya masih tentatif.
“Masih tentatif, tapi kemungkinan besar sih, enggak ada. Tapi, saya belum tahu. Ngatur waktunya susah banget, terus capeknya dua kali. Kemarin capeknya banget,” pungkasnya.
