Kumparan Logo

Chandra Satria Lepas Trilogi Dan Bila Esok, Gandeng Sheila Majid

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Chandra Satria melangkah ke babak baru lewat proyek bertajuk Dan Bila Esok. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Chandra Satria melangkah ke babak baru lewat proyek bertajuk Dan Bila Esok. Foto: Dok. Istimewa

Setelah hampir tiga dekade di panggung musik Tanah Air, Chandra Satria kini melangkah ke babak baru lewat proyek bertajuk Dan Bila Esok.

Chandra meleburkan musik dan visual sinematik jadi satu. Bagi Chandra, panggung teater musikal seperti Laskar Pelangi, Ali Topan, hingga Cek Toko Sebelah telah mengajarkannya bahwa nada memiliki nyawa teatrikal.

"Saya selalu percaya bahwa lagu itu punya cerita. Setelah lama berada di musik dan pertunjukan, saya ingin membawa cerita tersebut lebih jauh. Bukan hanya didengar, tetapi juga bisa dilihat, dirasakan, dan diikuti perjalanannya," ujar Chandra Satria lewat keterangan resmi.

Gandeng Para Maestro, Ada Sheila Majid

Sheila Majid menghadirkan kejutan spesial di International Golo Mori Jazz, Golo Mori Convention Centre, Labuan Bajo, NTT pada Sabtu (12/4/2025). Foto: Vincentius Mario/kumparan

Konsep Dan Bila Esok tercermin dari struktur tiga lagu yang saling bertaut: 'Saat Denganmu', 'Dan', serta 'Pilihan'. Masing-masing babak mempertemukan lintas maestro musik dan generasi kreatif Indonesia.

Babak pertama dibuka lewat tembang Saat Denganmu, yang mempertemukan kembali Chandra dengan diva Malaysia, Sheila Majid, setelah kolaborasi perdana mereka pada 2009 silam. Nuansa megah dihadirkan lewat aransemen Tohpati yang dibalut kemegahan orkestrasi Budapest Scoring Orchestra.

Alur cerita berlanjut ke babak kedua melalui lagu Dan, nomor ciptaan Eross Candra yang dipopulerkan Sheila on 7. Di tangan Chandra dan penata musik Ivan Tangkulung, lagu ini menjadi karya intim, melankolis, dan sarat pergulatan batin.

Puncaknya ditutup manis lewat Pilihan, sebuah karya reflektif gubahan Dee Lestari dan Keenan. Ketiga lagu ini disatukan dalam rangkaian video musik dengan skenario yang digarap oleh Titien Wattimena bersama Ian Davin, serta disutradarai Agung Sentausa.

Chandra berpesan bahwa batas sebuah karya seni tidak berhenti saat nada usai berbunyi.

"Sebuah cerita belum tentu selesai hanya karena lagunya berakhir," tutup Chandra.