Kumparan Logo

Chicco Jerikho Khawatir Regenerasi Aktor Indonesia Melambat

kumparanHITSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Artis Chicco Jerikho di gala premiere film 'Ave Maryam'. Foto: Ronny
zoom-in-whitePerbesar
Artis Chicco Jerikho di gala premiere film 'Ave Maryam'. Foto: Ronny

Perkembangan film di Indonesia saat ini dirasa terus mengalami peningkatan. Bahkan, produser dari luar negeri sampai ikut memberikan dukungan kepada film Indonesia.

Salah satunya film 'Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212', yang bekerja sama dengan Fox International Productions.

Meski begitu, aktor Chicco Jerikho justru merasa khawatir dengan kemunculan aktor-aktor muda berbakat yang masih sangat sedikit.

"Bisa dibilang sih regenerasi aktor semakin ke sini pertumbuhannya lambat sih, kalo dibanding film kita, gitu," ucap Chicco ketika ditemui usia peluncuran 'Piala Citra 2019', di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (23/9) malam.

embed from external kumparan

Menurut aktor berusia 35 tahun itu, untuk menjadi seorang aktor berbakat memang bukan perkara mudah. Apalagi saat ini, untuk menjadi aktor yang terlibat dalam film berkualitas, harus menjalani proses seleksi yang sangat ketat.

"Karena seleksi untuk main film itu benar-benar sangat ketat sih, enggak instan. Jadi bisa dibilang, emang banyak (film), tapi untuk yang menjadi aktor itu enggak banyak," katanya.

Pria yang didapuk sebagai Duta Piala Citra 2019 ini menyadari, butuh sebuah proses yang tidak singkat, agar bisa memiliki kualitas akting yang mumpuni. Ia juga menyeleksi diri untuk tidak menerima semua tawaran film.

Chicco Jerikho di kumparan. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

"Menurut saya, ketika kita berakting, film ini adalah sebuah karya yang everlasting, yang bakal dikenang. Dan untuk pemilihan film sendiri, itu benar-benar saya lihat dulu, apa benar film ini cocok untuk saya atau gimana. Karena emang enggak sembarangan untuk melewati proses yang sangat panjang," tuturnya.

Bagi pemain film 'Ave Maryam' ini, mendapatkan suatu penghargaan bukan menjadi tujuan utama ketika dirinya memutuskan untuk terjun ke dunia seni peran.

"Lebih keinginan saya untuk belajar lagi, karena aktor itu lebih ke jam terbang sih. Ketika dia semakin lama bermain film, semakin peka sensifitasnya untuk berhasil (membawakan perannya)," tandas Chicco Jerikho.