Kumparan Logo

Christine Hakim Nangis Dengar Kabar Intoleransi Agama di Bantul

kumparanHITSverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Christine Hakim, pemeran film 'Sultan Agung' (14/08/2
zoom-in-whitePerbesar
Christine Hakim, pemeran film 'Sultan Agung' (14/08/2

Dusun Karet, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Yogyakarta menjadi perbincangan hangat publik karena tidak memperbolehkan seorang warga nonmuslim tinggal di tempat tersebut

Peristiwa itu terjadi saat seorang warga bernama Slamet yang beragama katolik dilarang untuk menempati wilayah itu. Kabar tentang adanya intoleransi beragama terdengar sampai ke telinga aktris senior, Christine Hakim.

(Yogya) Slamet Ditolak Tinggal di Salah Satu Dusun di Bantul Lantaran Non-Muslim Foto: Afriansyah Panji/kumparan

Perempuan berusia 62 tahun tersebut tak kuasa meneteskan air mata saat menjelaskan peristiwa dugaan intoleransi beragama. Ketika itu, ia tengah bicara makna toleransi yang diangkat dalam film terbarunya 'Bumi Itu Bulat'.

"Saya baru dapat pesan WhatsApp, sangat memprihatinkan di daerah Bantul ada satu desa yang sejak tahun 2015, kepala desa bikin peraturan tidak mau menerima pendatang baru beragama nonmuslim," ucap Christine Hakim seraya meneteskan air mata, saat ditemui di kawasan Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (2/4).

Christine Hakim juga membayangkan apabila kondisi tersebut terjadi pada keluarga yang dicintai, maka penolakan itu sangat menyakitkan.

Ia lantas mengulas kembali saat mendapatkan pengalaman spiritual yang luar biasa ketika terlibat dalam film berjudul 'Sang Kiai'.

Pemeran film 'Bumi Itu Bulat', Christine Hakim. Foto: Aria Pradana/kumparan

Film tersebut bercerita tentang sosok pendiri organisasi Islam terbesar sedunia, Nahdlatul Ulama yakni Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy'ari.

"Banyak cerita yang Tuhan bikin tentang perjalanan manusia Indonesia. Kita semua sudah disatukan oleh Tuhan, tanpa kekuatan Tuhan tidak mungkin 17 ribu pulau ini jadi satu, itu karena kuasa Tuhan," terangnya.

Menurutnya, semua warga negara Indonesia berhak tinggal dan hidup di manapun, selagi itu merupakan wilayah Indonesia. Sebab, Indonesia dapat hidup rukun karena adanya perbedaan dan slogan Bhinneka Tunggal Ika.

Tanpa adanya slogan yang mengikat, negara berkembang ini akan mudah tercerai berai akibat konflik intoleransi antar umat beragama.

"Saudaranya yang sudah hidup berdampingan berabad-abad diusir, di mana rasa kemanusiaan kita?" kata Christine.

Christine Hakim. Foto: Munady Widjaja

Perempuan kelahiran Kuala Tungkal, Jambi ini menganggap, peraturan yang ada di daerah Bantul tersebut, seperti sebuah negara di dalam negara.

Maka dari itu, Christine Hakim berpesan kepada para generasi muda untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan kerukunan antar umat beragama.

"Saya yakin setiap agama mengajarkan kebaikan, mengajarkan cinta kasih. Anak-anakku sudah bekerja keras, semoga ada hikmah lebih dalam terlibat di film ini," jelas Christine Hakim yang merasa bangga terlibat dalam film 'Bumi Itu Bulat'.