Kumparan Logo

Coki Pardede Mengaku ke Polisi Alami Kelainan: Saya Sakit, Pak

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

Coki Pardede. Foto: Instagram/cokipardede666
zoom-in-whitePerbesar
Coki Pardede. Foto: Instagram/cokipardede666

Coki Pardede tersandung kasus dugaan penyalahgunaan narkoba. Komika berusia 33 tahun tersebut ditangkap Sat Narkoba Polres Metro Tangerang Kota di kediamannya, Rabu (1/9) malam.

Infografik Coki Pardede Tersangkut Narkoba. Foto: Tim Kreatif kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Infografik Coki Pardede Tersangkut Narkoba. Foto: Tim Kreatif kumparan

Video penangkapannya tersebar di media sosial dan menjadi viral. Netizen menyoroti Coki Pardede yang dalam video itu disebut menonton video porno pria.

embed from external kumparan

Alhasil, muncul dugaan bahwa Coki Pardede punya preferensi seksual yang menyimpang. Terkait hal tersebut, pihak kepolisian memberi tanggapan.

Coki Pardede. Foto: Instagram/@majelislucuindonesia

Menurut polisi, Coki Pardede mengaku memang punya kelainan. Pria kelahiran 21 Januari 1988 mengatakan dirinya sakit.

embed from external kumparan

"Jadi begini, itu masalah pribadi, ya. Jadi, memang dia ada kelainan dalam dirinya. Dia menyampaikan bahwa, 'Saya sakit, Pak.' Iya, dia mengakui," ungkap Kasat Narkoba Polres Tangerang Kota AKBP Pratomo Widodo di kantornya, Jumat (3/9).

Coki Pardede Konsumsi Sabu dengan Cara Memasukkannya Lewat Anus

Saat ditangkap, Coki Pardede kedapatan memiliki 0,5 gram sabu dan alat suntik. Ya, rupanya, selain dibakar, ia juga mengonsumsi barang terlarang itu dengan cara disuntik dan dimasukkan melalui anus menggunakan alat suntik yang sudah dicabut jarumnya.

Petugas Sat Narkoba Polres Metro Tangerang Kota menggeledah kediaman Komika Reza Pardede alias Coki Pardede (kanan) di Cisauk, Tangerang, Banten, Kamis (2/9/2021). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO
embed from external kumparan

Ada alasan tersendiri mengapa Coki Pardede mengonsumsi sabu dengan memasukkannya melalui anus. Ia mengaku mendapatkan kenikmatan berbeda.

"Dia merasa kenikmatan yang berbeda. Kan, dia juga sudah merasakan yang dibakar, kemudian disuntik. Kenikmatannya lebih nendang," ucap AKBP Pratomo Widodo.

"Ini teori hampir sama seperti anak-anak sakit, (obat) dimasukkan ke dalam anus, cepat merangsang ke pembuluh darah yang ada di anus. Jadi, kenikmatannya berbeda dengan yang dibakar," pungkasnya.