Kumparan Logo

Comeback, Dnanda Usung Musik Era 70-an Lewat Lagu Benar Salah Hanyalah Salah

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyanyi Dnanda. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Penyanyi Dnanda. Foto: Istimewa

Penyanyi Dnanda siap memulai babak baru dalam perjalanan musiknya dengan pendekatan yang jauh lebih personal dan autentik. Usai memutuskan comeback, Dnanda memilih untuk mengusung musik era 70-80 an sebagai bentuk ekspresi yang jujur terhadap diri sendiri.

"Sekarang waktunya buat benar-benar jujur dalam bermusik,” ungkap Dnanda dalam keterangan resminya.

Dnanda mengungkap bahwa dirinya sempat mengikuti tren bermusik namun malah membuat ia semakin jauh dari jati dirinya dalam menelurkan sebuah karya.

Karena itu, di momen comeback-nya ini, Dnanda ingin jujur pada dirinya.

"Karena pada akhirnya, musik itu tempat paling jujur buat aku berekspresi. Aku pernah coba menyesuaikan diri dengan tren, pasar, bahkan ekspektasi orang — tapi ternyata nggak bikin aku bahagia. Malah bikin aku makin jauh dari inti kenapa dulu aku jatuh cinta sama musik," jelasnya.

Penyanyi Dnanda. Foto: Istimewa

Ia menegaskan perubahan warna musik ini bukan karena ingin tampil berbeda semata, melainkan karena ingin menunjukkan siapa dirinya yang sesungguhnya. Ia ingin karyanya menjadi cerminan dari apa yang benar-benar ia cintai.

“Aku percaya, saat kita jujur di karya kita, yang nyampe ke hati pendengar juga lebih dalam. Aku enggak mau lagi pura-pura kuat, atau ngikutin arus demi diterima. Kalau bisa diterima karena jujur — itu jauh lebih bermakna," beber Dnanda.

Dnanda mengaku tumbuh dengan musik-musik dari era 70-80 an. Ia merasa ada sesuatu yang tidak lekang oleh waktu dari musik di era itu.

"Musik di era itu punya perasaan, punya soul," ujarnya.

Saat disinggung soal perubahan arah musik yang membawa risiko kehilangan pendengar lama, Dnanda mengaku tak gentar. Ia justru percaya mereka yang benar-benar mencintai karyanya akan tetap bertahan selama ia jujur dalam berkarya.

"Pendengar kita juga berkembang dan makin dewasa. Kadang perubahan bukan berarti meninggalkan, tapi berkembang bareng. Aku harap ini justru membuka pintu buat pendengar baru," jelasnya.

Penyanyi Dnanda. Foto: Istimewa

Salah satu lagu Dnanda yang mendapat sambutan hangat adalah Benar Salah Hanyalah Salah. Lagu ini dianggap mewakili perasaan banyak orang karena lahir dari keresahan dan keikhlasan yang tulus.

Dnanda merasa bersyukur bisa didengar lewat karya yang jujur, dan hal itu jadi motivasi untuk tetap berada di jalur yang punya makna.

“Ke depannya, entah dengan nuansa 70–80an atau eksplorasi lain, aku pengin tetap konsisten menyampaikan sesuatu yang dekat dengan hati. Bukan sekadar catchy, tapi harus punya rasa," pungkas penyanyi yang mengidolakan Rod Stewart, Bryan Adams, Eric Carmen, dan Peter Cetera ini.