Kumparan Logo

‘Countdown’, Ketika Sisa Hidup Ditentukan oleh Aplikasi Smartphone

kumparanHITSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Poster Film Countdown. Foto: Dok. IMDB
zoom-in-whitePerbesar
Poster Film Countdown. Foto: Dok. IMDB

Quinn Harris (Elizabeth Lail), seorang perawat, awalnya tetap tenang meski aplikasi bernama Countdown yang baru ia unduh memperlihatkan bahwa sisa hidupnya kurang dari tiga hari.

Ia lalu mulai khawatir ketika mengetahui sejumlah orang benar-benar mengembuskan napas terakhir pada waktu yang ditentukan aplikasi tersebut.

Kekhawatiran Quinn Harris kian menjadi-jadi kala sosok misterius nan menyeramkan kerap menampakkan diri, meneror dengan cara-cara yang membuatnya begitu ketakutan. Belum lagi, Countdown tak bisa dihapus dari ponsel pintarnya. Aplikasi itu bahkan muncul dengan sendirinya ketika ia telah membeli ponsel dan nomor baru.

Adegan di film 'Countdown' Foto: YouTube/Movie Coverage

Di tengah kekalutan, ia bertemu Matt Monroe (Jordan Calloway), lelaki yang sisa hidupnya—menurut Countdown—tak lebih lama dari Quinn Harris. Mendapat secercah kelegaan, keduanya bersama-sama mencari cara untuk selamat.

Dalam upaya melawan apa yang ditentukan Countdown, adik Quinn, Jordan Harris (Talitha Bateman), rupanya juga menggunakan aplikasi tersebut. Sang adik diramalkan akan meninggal tiga menit sebelum dirinya.

Adegan di film 'Countdown' Foto: YouTube/Movie Coverage

Debut Justin Dec sebagai sutradara film panjang ini pun berlanjut dengan perjuangan ketiganya untuk tetap hidup. Ya, alur ‘Countdown’ memang tak sedemikian sulit ditebak. Twist rasa-rasanya hanya ada pada ending.

Meski demikian, sebagian pencinta film horor barangkali akan menyukai film ini. Sebab, rentetan jump scare dan nuansa menegangkan disajikan di sepanjang film. Dua hal itu seolah menjadi senjata terkuat dari ‘Countdown’.

Adegan di film 'Countdown' Foto: YouTube/Movie Coverage

Penonton mungkin telah bisa memprediksi adanya jump scare di beberapa bagian yang akan ditampilkan. Hanya saja, ‘Countdown’ selalu berhasil untuk tetap membuat jantung berdegup kencang ketika eksekusi tiba.

Bukan hanya kemunculan makhluk halus yang meneror para tokoh, suara jeritan menyeramkan setiap kali muncul notifikasi dari aplikasi Countdown pun terasa “menyiksa” dan menuai kengerian.

Adegan di Film Countdown. Foto: Dok. IMDB

Tak cukup memuaskan, bagian ending justru menyisakan hal-hal yang justru membuat penonton mengerutkan kening. Salah satu adegan kemudian mengisyaratkan adanya sekuel dari film ini.

Di luar itu, perlu diapresiasi bahwa ‘Countdown’ menghadirkan ide cerita yang segar dan relevan dengan zaman sekarang. Adanya aplikasi hitung mundur yang menentukan kapan hidup seseorang akan berakhir rasa-rasanya belum pernah ditampilkan oleh film horor lain.

Poster Film Countdown. Foto: Dok. IMDB

Salah satu yang juga menarik dari ‘Countdown’ sebagai film penuh jump scare adalah disematkannya isu pelecehan seksual. Melalui apa yang dilakukan dokter bernama Sullivan kepada Quinn Harris, digambarkan kenyataan bahwa korban pelecehan seksual justru kerap mendapat ketidakadilan dan berada pada posisi tak berdaya untuk menuntut pelaku.

Film ‘Countdown’ akan segera tayang dan dapat disaksikan di bioskop-bioskop Tanah Air.