Kumparan Logo

Dapat Komentar Bernada Pelecehan, Bernadya: Aku Sedih, Itu Sudah Keterlaluan

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Musisi Bernadya menjawab pertanyaan wartawan pada konferensi pers Juni X Day Concert di Jakarta, Selasa, 20/8/2024).  Foto: Agus Apriyanto
zoom-in-whitePerbesar
Musisi Bernadya menjawab pertanyaan wartawan pada konferensi pers Juni X Day Concert di Jakarta, Selasa, 20/8/2024). Foto: Agus Apriyanto

Penyanyi Bernadya Ribka tengah menjadi sorotan usai mengunggah konten di TikTok. Sebenarnya, tak ada masalah dalam konten yang memperlihatkan momen Bernadya pulang kampung ke Surabaya.

Namun, konten itu malah dikomentari netizen dengan komentar bernada pelecehan yang ditujukan kepada pelantun Untungnya, hidup harus tetap berjalan itu.

Penyanyi berusia 20 tahun itu akhirnya buka suara mengenai komentar tersebut. Bernadya menganggap berbagai komentar netizen itu sudah keterlaluan.

"Aku jarang banget speak up soal ini, Cuma menurut aku ini sudah keterlaluan komen-komennya. Bahkan komentarnya itu sudah sampai ke postingan yang bukan postingan aku," ungkap Bernadya dalam video yang diunggah di IG Story.

Penyanyi Bernadya saat mengunjungi kantor kumparan. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Sebelumnya, Bernadya memang sudah menutup kolom komentarnya di TikTok, namun konten tersebut sudah terlanjur viral dan kembali diunggah di X dan tetap menuai komentar bernada pelecehan.

"Bahkan setelah komennya beribu dan semua isinya cukup... Aku enggak ngerti lagi, tapi kenapa enggak langsung dihapus. Setelah parah baru dinonaktifkan, jadi yang lain sudah repost lagi dan komennya serupa. Aku sedih jujur," bebernya.

Meski kesal, Bernadya sadar bahwa dirinya tak bisa melarang orang lain berpikir tentang dirinya. Hanya saja yang disayangkan, orang-orang tersebut tak bisa menahan diri untuk tidak berkomentar yang tidak pantas mengenai orang lain.

Bernadya tampil saat We The Fest 2024 di kompleks Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (20/7/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Bernadya pun berharap orang-orang lebih bijak dalam bermedia sosial.

"Tidak ada yang bisa membatasi apa yang kamu pikirkan atas apa yang kamu lihat dan tonton, tapi kalau sekiranya itu membuat orang enggak nyaman atau menyakiti hati orang pas baca, tolong simpan sendiri aja lain kali," pungkasnya.

Apa yang dialami Bernadya merupakan bentuk kekerasan berupa pelecehan terhadap tubuh, identitas, seksualitas, dan gender seseorang melalui media digital.