Kumparan Logo

Dari Game, Comi Eks 'Payung Teduh' Bisa Jadi Dosen dan Dapat Inspirasi

kumparanHITSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Comi Aziz Kariko. (Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Comi Aziz Kariko. (Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan)

Setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk mengisi waktu luang. Ada yang membaca, bernyanyi, berkebun hingga bermain game. Salah satunya yang dilakukan mantan personel Payung Teduh, Aziz Kariko.

Selain menjadi musisi dan dosen, pria yang kerap disapa Comi ini mengisi waktu luang dengan bermain game. Menurut Comi, bermain game sudah diajarkan sang ayah, sejak dirinya masih kecil.

Tak hanya mampu memuaskan kesenangannya dalam mengisi waktu luang, Comi juga dapat belajar menguasai bahasa asing.

instagram embed

"Banyak belajar bahasa Inggris dari game, belajar vocabulary dari game. Problem solving, listening English-nya, team work-nya kalau lagi main pakai fitur chat ya. Jadi dampak game itu luar biasa," kata Comi ketika ditemui di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Sabtu (30/12).

Pelajaran bahasa Inggris yang didapat selama bermain game, mampu mengantarkan Comi menjadi seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta.

Bahkan sampai saat ini, Comi masih aktif mengajar sebagai dosen paruh waktu.

"Ya sampai bisa jadi dosen Bahasa Inggris. Nah, pas saya mau lulus, kajur (kelapa jurusan) saya di Binus bilang, 'Kalau lulus, jadi dosen aja, ngajar'. Karena dekat rumah, jadi ngajar," ucapnya sembari tersenyum.

instagram embed

Dalam sehari minimal selama dua jam, waktu dihabiskan Comi untuk bermain game. Bahkan, sebelum manggung biasanya Comi dan Is akan bermain playstation di hotel tempat mereka menginap.

Pria bertubuh tinggi ini juga bercerita saat masih sekolah dulu, dirinya bisa bermain game seharian. Berbeda dengan saat ini, musisi berusia 33 tahun itu harus bisa membagi waktu dengan kegiatan selain bermain.

"Dulu sih waktu muda bisa seharian tapi sekarang harus bisa bagi waktu buat ngantor, ngeband, jadi harus bagi waktu," tuturnya.

Comi Aziz Kariko. (Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Comi Aziz Kariko. (Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan)

Walaupun memiliki jadwal yang padat. Bermain game menjadi suatu kewajiban bagi Comi. Dirinya mengatakan game adalah alasan untuk tetap hidup.

"Karena buat gue game itu, selalu ada alasan untuk hidup. Jadi, setelah tamat 1 game, lu mainin game lainnya. Kalau lu lagi galau, atau nge-drop lu bisa nemuin tujuan hidup," ujarnya.

Bermain Game Jadi Inspirasi Bikin Lagu

Lepas dari Payung Teduh, Comi berencana untuk membuat sebuah project band beraliran Metal. Rencananya, project band terbarunya ini akan merilis album pada pertengahan tahun 2018 mendatang.

Lagi-lagi game memberikan dampak positif baginya. Ia mengatakan inspirasi menulis lagu untuk band metalnya ini, didapatkan dari soundtrack game yang dirinya berhasil tamatkan berjudul 'Doom'

Payung Teduh (Foto: Munady Widjaja)
zoom-in-whitePerbesar
Payung Teduh (Foto: Munady Widjaja)

"Gua lagi abis tamatin 'Doom'. Itu tahun lalu dia menang best soundtrack. Jadi game soundnya aja udah keren banget, dan gua banyak banget (inspirasi) dari soundtrack game itu, buat album pertama band metal gua," ungkapnya.

Namun, Comi masih belum mau terlampau jauh membicarakan album barunya setelah hengkang dari Payung Teduh. Menurut Comi, 2018 akan menjadi tahun dirinya berkarya dengan grup band metal tersebut.