Entertainment
·
20 September 2021 8:00
·
waktu baca 3 menit

Deddy Corbuzier Minta Maaf, Gus Miftah: Bagian dari Kegagalan Saya sebagai Guru

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Deddy Corbuzier Minta Maaf, Gus Miftah: Bagian dari Kegagalan Saya sebagai Guru (236205)
searchPerbesar
Deddy Corbuzier Foto: Munady
Deddy Corbuzier telah menyampaikan permintaan maaf terkait komentarnya terhadap video yang memperlihatkan sekelompok santri tengah menunggu giliran divaksin dan menutup kuping saat musik diputar. Tindakan itu menuai pujian dari teman akrabnya, Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah, ulama kondang asal Yogyakarta.
ADVERTISEMENT
Presenter berusia 44 tahun itu meminta maaf lewat konten YouTube. Pada kesempatan yang sama, Gus Miftah dihadirkan dan menyaksikan langsung kala Deddy Corbuzier menyampaikan permintaan maaf.
"Keren," ucap Gus Miftah usai Deddy Corbuzier selesai bicara.
Deddy Corbuzier Minta Maaf, Gus Miftah: Bagian dari Kegagalan Saya sebagai Guru (236206)
searchPerbesar
Gus Miftah. Foto: Dok. Istimewa
Gus Miftah kemudian memastikan bahwa Deddy Corbuzier meminta maaf tanpa paksaan dari pihak mana pun. Mantan suami Kalina Oktarani tersebut membenarkan.
Sebelumnya, Deddy Corbuzier meninggalkan komentar dalam unggahan yang memuat video terkait di Instagram Diaz Hendropriyono, staf khusus Presiden Jokowi. "Mungkin mrk lagi pakai airpod... Terganggu.. Ye kaaaan," tulisnya melalui akun @mastercorbuzier.
Tak sedikit netizen yang kemudian mengaku kecewa terhadap komentar Deddy Corbuzier. Muncul pula seruan untuk ramai-ramai melakukan unsubscribe terhadap kanal youTube milik presenter berusia 44 tahun tersebut.
ADVERTISEMENT
Selain menyampaikan permintaan maaf, Deddy Corbuzier juga memberi penjelasan mengenai komentarnya itu. Ia mengaku tak tahu-menahu bahwa para santri dalam video terkait adalah santri penghafal Al-quran.
Terkait apa yang dilakukan Deddy Corbuzier—baik berkomentar soal santri maupun meminta maaf—Gus Miftah memberi tanggapan. Menurutnya, hal-hal tersebut adalah proses belajar bagi sang kawan yang menjadi mualaf pada 2019 lalu.
"Ya, itu saya pikir salah satu proses belajar yang harus lo lalui. Mungkin tahapan belajar, ya, kayak gitu, ada salahnya," ujarnya.
Deddy Corbuzier Minta Maaf, Gus Miftah: Bagian dari Kegagalan Saya sebagai Guru (236207)
searchPerbesar
Deddy Corbuzier dan Gus Miftah. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan.
Gus Miftah kemudian mengatakan bahwa apa yang terjadi pada Deddy Corbuzier tersebut berimbas kepada dirinya. Sebab, pria yang dulu dikenal sebagai mentalis tersebut banyak belajar tentang agama darinya.
"Saya pikir, salah satu impact-nya, kan, ke aku, nih. Ya, yang dianggap sebagai guru elolah, lo dianggap salah pilih guru, dan sebagainya," kata Gus Miftah.
ADVERTISEMENT
"Berarti yang salah lo, dong?" timpal Deddy Corbuzier berguyon.
Gus Miftah menanggapi serius guyonan Deddy Corbuzier. Ia beranggapan, barangkali memang apa yang dilakukan Deddy merupakan bagian dari kegagalannya sebagai "guru".
"Ya, mungkin saya. Iya. Kalau tadi lo bilang minta maaf sama netizen seperti itu, ya, ini juga bagian dari kegagalan saya sebagai guru—kalau dalam tanda kutip saya dianggap guru. Artinya, transfer knowledge antara gue dan you, kan, barangkali juga tidak sempurna," tuturnya.
Masih dalam kesempatan yang sama, Gus Miftah juga bertanya apakah Deddy Corbuzier sungguh-sungguh tak punya niat untuk melecehkan melalui komentarnya soal video santri menutup kuping saat musik diputar.
"Iya, gue tidak punya niat melecehkan dan gue tidak tahu mereka lagi... Mereka, tuh, lagi hafal Quran apa enggak, gue enggak tahu. Mereka santri penghafal Quran apa enggak, gue enggak tahu. Yang gue tahu adalah santri-santri lagi antre vaksin karena itu kata videonya, gitu. Tapi, kan, whatever it is, ya, sudah. kalau memang terjadinya kegaduhan, I'm sorry," pungkas Deddy Corbuzier.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020