Dengan Modal Nekat, Citra Kirana Naik Panggung Teater

Sibuk dengan syuting striping 'Tukang Bubur Naik Haji' (TBNH), Citra Kirana masih menyisakan waktu untuk melakukan pengembangan diri. Berawal dari kejenuhan menunggu di lokasi syuting, pesinetron 22 tahun ini mulai menggeluti teater.
"Awalnya sih karena kita jenuh di lokasi cuma duduk diam nunggu take, kita cuma main handphone dan ngobrol. Ngabisin waktunya cuma begitu. Nah, mengingat sebagian besar para pemain di TBNH itu anak teater, termasuk sutradaranya akhirnya tercetus deh ajakan buat main teater. Iseng-iseng aja sih awalnya," ungkap Citra kepada kumparan, Jumat (6/11)
Ternyata keisengan tersebut mendapat respons yang cukup positif dari sebagian besar pemain TBNH. Bahkan Citra tak menyangka keisengan membentuk Teater Kampung Duku, membawa mereka semua naik ke panggung teater.
"Modal nekat juga sih buat kita ikut pementasan. Pas tahu ada jadwal pementasan di bulan Januari, langsung booking jadwal gedung, latihan, dan cari dana ramai-ramai," kata Citra yang membentuk teater kampung duku sejak Oktober lalu.
"Tapi karena kita semua juga masih syuting TBNH, makanya kakak pertama aku yang jadi produser di sini dan ngurusin semuanya," lanjutnya.
Meski terbiasa dengan dunia akting, ternyata Citra masih perlu adaptasi dengan panggung teater. Apalagi selama ini pemeran Rumanah dalam sinetron TBNH ini tidak memiliki pendidikan dasar akting pertunjukan teater.
"Kita dari awal sudah komitmen kalau teater tidak akan menganggu jadwal syuting kita. Jadi kita selalu latihan setiap pulang syuting. Jam berapapun itu, kalau pulang syuting pasti latihan. Makanya kita semua harus tanggung jawab serta disiplin waktu karena semua berangkat dari kebersamaan," ujarnya.
Namun kata Citra melanjutkan, dalam perjalanannya, ada saja hal yang membuat sebagian pemain mundur teratur. Ada yang awalnya komitmen, tapi lama-lama mundur karena ada pekerjaan lain yang lebih menghasilkan uang.
"Sedangkan di teater kan malah kita yang sedikit mengeluarkan duit. Kita harus menerima teman-teman yang mundur walaupun latihannya udah enak banget. Akhirnya kita rombak lagi dan latihan lagi dari awal sambil ngajarin pemain baru. Tapi dari sini aku belajar berbagai karakter orang sih. Mana yang bisa tanggung jawab, mana yang enggak," bebernya.
Tekad bulat Citra untuk latihan teater berbuah manis. Teater Kampung Duku akan mempersembahkan Lysistrata, sebuah karya dari Aristhophanes terjemahan WS Rendra pada 14-15 Januari di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki.
Lysistrata mengisahkan tentang perjuangan para wanita untuk mencegah peperangan. "Di sini aku yang mencetuskan untuk mengajak teman-temanku yang kaum perempuan, untuk menciptakan kedamaian antara Sparta dan Athena. Ini latar belakangnya Yunani," ujar pesinetron kelahiran 23 April 1994 .
"Udah mulai deg-degan nih karena mulai dekat hari H dan kita terakhir latihan tanggal 10. Tapi aku senang banget bisa diapresiasi banyak orang. Karena bisa mencapai titik ini, aku merasakan kesulitan yang luar biasa. Ini pengalaman baru buatku. Beda soalnya sama syuting yang cuma datang, duduk nunggu take, terus dapat duit. Kalau teater semua terlibat untuk ikut ngurusin biar semua berjalan sempurna," lanjutnya.
Lalu, apakah Citra ketagihan main teater? "Kayaknya iya. Kalau ke depannya ada tawaran untuk main teater lagi, pasti aku ambil. Seru soalnya."
