Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2024 © PT Dynamo Media Network
Version 1.89.0
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Meski tak pernah menekuni dunia musik melalui pendidikan formal, namun Budjana selalu belajar dari pengalaman. Bagi pria berusia 56 tahun itu, seorang musisi haruslah terus berkarya selama masih bisa.
"Saya enggak menggeluti musik secara formal, tapi saya nekat gitu. Saya bikin orkestra, bikin tulisan, pokoknya bunyi aja," ujar Dewa Budjana di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (10/9).
Budjana menjelaskan, pemikiran seorang musisi atau seniman lainnya akan terus sehat kalau menelurkan karya. Jika tidak, mereka pasti terus-menerus memiliki pemikiran yang negatif.
"Kalau seniman enggak punya karya atau jati diri, kalau enggak buat sesuatu, pasti ngomel. Jeleknya kalau enggak ngapa-ngapain, lihat karya orang itu jelek terus pikirannya," kata Budjana.
Dewa Budjana tentu tak asal bicara saat mengatakan hal tersebut. Dia bercermin dari pengalamannya sebagai musisi selama puluhan tahun.
Dia pun tak ingin menjadi musisi yang berpikiran negatif seperti itu. Sehingga, Budjana sejak dulu selalu berusaha menciptakan karya setiap tahunnya.
ADVERTISEMENT
"Dengan pengalaman itu yang didapat, saya enggak mau kayak gitu. Setahun harus bikin album. Kalau seniman berkarya pasti akan sehat," terang Dewa Budjana .
"Karena bikin nyanyian lagu itu terapi yang baik untuk seniman. Kalau diam, pikirannya jelek dan akan jadi sesuatu yang enggak baik," lanjut mengakhiri pembicaraan.