Dicap Arogan Terkait Warkopi, Ini Tanggapan Lembaga Warkop DKI
ยทwaktu baca 2 menit

Warkopi akhir-akhir ini menjadi viral di masyarakat Indonesia. Semua itu terjadi karena konten buatan Warkopi yang merupakan trio lawak dengan paras mirip Dono, Kasino, Indro dari Warkop DKI.
Namun, ketenaran Warkopi dipermasalahkan oleh Warkop DKI. Sebab, mereka tak pernah meminta izin pada Lembaga Warkop DKI yang memiliki hak kekayaan intelektual.
Tanggapan Lembaga Warkop DKI yang Dinilai Arogan Terkait Warkopi
Permasalahan ini menimbulkan pro dan kontra. Sebab, beberapa orang mendukung Warkop DKI dan Indro, sebagai satu-satunya personel yang masih hidup.
Namun, ada pula yang kontra dan mencap Warkop DKI telah berlaku arogan. Warkop DKI dinilai tidak perlu menekan Warkopi. Hal itu membuat pihak Lembaga Warkop DKI merasa sedih.
"Kami justru menyayangkan saat kami mendapat cap arogan. Banyak yang bilang, kenapa kami tidak memberi kesempatan," kata Ketua Lembaga Warkop DKI, Hanna Sukmaningsih, saat konferensi pers virtual, Senin (20/9).
"Kami Lembaga Warkop DKI didirikan dengan alasan Warkop tidak akan berhenti sampai ketiga-tiganya meninggal dunia. Kami kebetulan dari kecil (dididik) untuk sadar hukum. Jadi, apa pun yang kami lakukan, kami selalu memperhatikan hak dan kewajiban orang lain," sambungnya.
Indro Warkop Ungkap Kerugian Warkop DKI
Menurut Indro, Warkopi memang tidak merugikan secara materi. Namun, Warkopi merusak nama baik Warkop DKI yang sudah puluhan tahun dibangun.
"(Kerugian Warkop DKI) lebih ke arah immaterial. Kita juga bisa rugi, karena enggak bisa menjaga kontrak kita. Padahal, hubungan kami dengan Falcon sudah seperti keluarga," tuturnya.
Indro Warkop Belum Mau Membawa Persoalan Terkait Warkopi ke Ranah Hukum
Indro sampai saat ini masih belum mau membawa urusan ini ke ranah hukum. Namun, pria 63 tahun ini sangat berharap Warkopi bisa berhenti membuat konten yang menjual kemiripan dengan Warkop DKI.
"Sudahlah berhenti dulu, kalau mau ngomong, ngomong apa? Karena kalian mendahului. Hanna bilang ada email dari mereka dua kali masuk, tapi enggak minta izin juga," ucap Indro.
