Kumparan Logo

Dinda Ghania Angkat Rasa Kehilangan Diri Sendiri di Single Terbaru 'Half of Me'

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Yovie Widianto gandeng Dinda Ghania dalam single Relung Hati. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Yovie Widianto gandeng Dinda Ghania dalam single Relung Hati. Foto: Dok. Istimewa

Putus cinta tak selalu hanya membuat seseorang kehilangan pasangan. Ada kalanya, perpisahan juga membuat seseorang merasa kehilangan sebagian dari dirinya sendiri. Perasaan itulah yang ingin diangkat penyanyi Dinda Ghania lewat single terbarunya, Half of Me, yang resmi dirilis pada 4 Juli lalu.

Setelah sebelumnya mengangkat hubungan yang mulai kehilangan arah lewat Bad Connection, kali ini Dinda mengajak pendengar menyelami fase setelah hubungan benar-benar berakhir. Menurutnya, kehilangan bukan hanya tentang sosok yang pergi, tetapi juga tentang bagian diri yang ikut terasa hilang.

"Lagu Half of Me bercerita tentang seseorang yang sudah memberikan semua yang dimilikinya untuk orang yang disayang, tetapi pada akhirnya hubungan itu tetap berakhir. Rasanya seperti bukan hanya kehilangan seseorang, tetapi juga kehilangan sebagian dari diri kita," ujar Dinda Ghania dalam keterangan tertulis.

Penyanyi Dinda Ghania. Foto: Dok. Istimewa

Tema tersebut juga memengaruhi pendekatan musik yang dipilih Dinda untuk lagu ini. Berbeda dari Bad Connection yang dibalut nuansa modern pop dan dance-pop, Half of Me hadir dengan aransemen yang lebih sederhana dan intim.

Dinda kembali menggandeng produser Josh Cumbee sekaligus penulis lagu Gaston Pong, dua sosok yang sebelumnya juga terlibat dalam proses kreatif Bad Connection. Kali ini, Josh memilih gitar akustik dan piano sebagai fondasi utama lagu agar emosi yang tersimpan dalam lirik dapat terasa lebih kuat.

"Kalau mau dibandingkan sama Bad Connection, memang terasa berbeda. Dominasi gitar akustik dan piano menjadi fondasi utama lagu Half of Me, tujuannya untuk memberi ruang yang lebih luas bagi emosi dalam setiap lirik untuk berbicara," kata Dinda.

Aransemen yang minimalis itu dipadukan dengan karakter vokal Dinda yang dibawakan secara natural, sehingga menghadirkan nuansa hangat sekaligus melankolis sepanjang lagu.

instagram embed

Bagi Dinda, Half of Me juga menjadi karya yang lahir dari keinginannya membagikan pengalaman kehilangan dari sudut pandang yang lebih personal. Ia berharap lagu tersebut bisa menemani siapa pun yang sedang berada dalam fase patah hati maupun kehilangan.

"Aku berharap lagu ini bisa menemani siapa pun yang sedang ada di fase kehilangan. Nggak apa-apa untuk merasakan semua emosi yang datang, karena itu bagian dari proses. Semoga lagu ini bisa membuat mereka merasa lebih dimengerti dan nggak sendirian," ujarnya.

Perilisan Half of Me juga bertepatan dengan penampilan Dinda Ghania di Prambanan Jazz Festival 2026. Momen tersebut menjadi langkah baru bagi penyanyi muda itu untuk memperkenalkan karya terbarunya.