Eks Pengacara Adam Deni: Saya Sudah Maksimal Mendamaikan AD dengan Jerinx
·waktu baca 2 menit

Jerinx tengah menjalani sidang kasus dugaan pengancaman yang menjerat dirinya. Kasus ini merupakan buntut dari laporan Adam Deni yang mengaku merasa tertekan dengan ancaman yang dilontarkan oleh Jerinx.
Sebelum masalah tersebut masuk ke ranah hukum, mantan kuasa hukum Adam Deni, Machi Achmad, mengaku telah mencoba berupaya mendamaikan Adam Deni dan Jerinx.
"Untuk seberapa maksimalnya saya mendamaikan saudara AD dengan saudara JRX, saya sudah sangat maksimal. Sebelum laporan pun, saya sudah mengupayakan perdamaian antara JRX dan Adam," ungkap Machi Achmad, baru-baru ini.
Machi juga mengatakan, saat Adam memutuskan untuk melaporkan JRX, sudah ada mediasi antara keduanya di kantor polisi. Namun, lagi-lagi mediasi menemukan jalan buntu.
"Bahkan, saat istri JRX meminta saya untuk mendamaikan, saya upayakan mediasi lagi, saya usahakan di hotel Raffles itu. Jadi, memang sudah maksimal," tuturnya.
Meski mediasi telah berulang kali dilakukan, Machi mengaku tak bisa berbuat banyak mengingat Adam Deni ngotot untuk memenjarakan Jerinx.
"Bagaimanapun, yang mempunyai hak untuk mencabut laporan bukan kuasa hukum, tentu dari pelapor. Saya sudah memaksimalkan untuk membantu mediasi, apalagi saya juga sama istri terlapor dan Jerinx sudah saling kenal sebelum kasus ini. Tapi, secara profesional, tentunya saya cuma bisa membantu, tapi putusan itu, kan, ada di pihak pelapor," pungkasnya.
Seperti telah diberitakan, Adam Deni melaporkan Jerinx atas kasus dugaan pengancaman melalui media elektronik. Kasus itu tengah bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Adapun Jerinx telah didakwa melanggar Pasal 29 jo Pasal 45B UU ITE serta Pasal 27 ayat (4) jo Pasal 45 ayat (4) UU ITE. Ia terancam hukuman enam tahun penjara.
Dalam sidang yang digelar pada Rabu (9/2) kemarin, pihak Jerinx menghadirkan Dokter Tirta dan ayah Jerinx, I Wayan Arjono. Kala itu, Tirta menyebutkan motif utama Adam Deni sangat ingin laporkan Jerinx.
"Dia bilang, dia sakit hati dimaki-maki Jerinx. Jadi, bukan takut, tapi sakit hati dan marah," ungkap Dokter Tirta.
