Eksklusif: Cerita Paul Feig soal Magis dan Hangatnya 'Last Christmas'

2 Desember 2019 17:20 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sutradara Paul Feig. Foto: VALERIE MACON / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Sutradara Paul Feig. Foto: VALERIE MACON / AFP
ADVERTISEMENT
Desember telah tiba, dan nuansa Natal sudah begitu terasa. Beberapa tempat hiburan seperti mal atau kafe terlihat sudah memasang beberapa hiasan Natal yang didominasi warna merah.
ADVERTISEMENT
Film-film bioskop bernuansa Natal juga sudah dijadwalkan untuk tayang. Salah satunya yang akan tayang awal bulan ini adalah 'Last Christmas'.
Film 'Last Christmas'. Dok: IMDb
'Last Christmas' bercerita tentang cewek bernama Kate yang diperankan Emilia Clarke. Hidup Kate yang bekerja di toko pernak-pernik Natal ini berantakan. Dia diusir dari apartemen kawannya, malas berinteraksi dengan keluarganya, gagal dalam audisi menyanyi, hingga membuat toko pernak-pernik Natalnya kecurian.
Hingga akhirnya, dia bertemu Tom Webster yang sosoknya dimainkan oleh Henry Golding.
Film ini digarap oleh Paul Feig, sosok yang juga menyutradarai film 'Ghostbusters' dan 'A Simple Favor'. Bersama Emma Thompson yang juga berperan sebagai Petra, ibunda Kate di film tersebut, Feig ingin memperlihatkan keajaiban Natal melalui Kate degan balutan romantic drama comedy.
ADVERTISEMENT
"Aku suka idenya, terutama karena cewek ini (Kate) bukan perempuan sempurna. Dia berantakan, dan pernah mengalami pengalaman yang menyeramkan. Aku suka elemennya, film ini tentang bagaimana kamu terlahir kembali dan cinta," jelas Feig saat berbincang dengan kumparan lewat sambungan telepon.
"Lalu, film ini juga tentang keluarga dan beramal. Oh, ya, kalau ada toko pernak-pernik Natal di film, pasti filmnya jadi lebih cantik," lanjutnya.
Sutradara Paul Feig. Foto: Anthony HARVEY / AFP
Jika dilihat dari trailer-nya, film produksi Universal Pictures terlihat hangat dengan tone warna yang dihadirkan. Pada kumparan, Paul Feig, sutradara film 'Last Christmas', pun menjelaskan mengapa filmnya terlihat 'hangat'.
"Waktu itu, kami syutingnya di London, Inggris, saat Natal. London begitu cantik saat Natal. Rasanya hangat, dan itu membuatku excited. Saat syuting, kami benar-benar menggunakan lighting dari lampu-lampu Natal yang sudah terpasang," jelasnya saat berbincang dengan kumparan lewat telepon.
Adegan film 'Last Christmas'. dok: YouTube.com/Universal Pictures
Feig sendiri memang ingin filmnya terlihat hangat dari segi warna dan pencahayaan. Dan mengandalkan dekorasi Natal di jalanan London adalah keputusan yang tepat.
ADVERTISEMENT
"Kami benar-benar mengandalkan lampu-lampu Natal di jalanan London agar glow-nya dapat. Jadi, kelihatanya warm dan inviting. Aku dan Emma Thompson, yang menulis naskah, memang ingin film ini mejadi sebuah pelukan hangat bagi mereka yang menonton," ucapnya.
Adegan film 'Last Christmas'. dok: YouTube.com/Universal Pictures
Film 'Last Christmas' sudah bisa ditonton di bioskop pada 6 Desember meendatang.