Enggak Cuma Warkop DKI, Setan-setan Juga Bisa Reborn

Setelah kesuksesan 'Jailangkung', 'Danur' dan 'Pengabdi Setan', para setan-setan lain seolah bangkit dari kubur untuk kembali bergentayangan di layar bioskop di seluruh Indonesia. Kini banyak rumah produksi film berlomba-lomba untuk membuat film horor sebanyak-banyaknya.
Dari segi bujet produksi, film horor memang lebih murah, tapi efisien memancing penasaran penonton. Horor berkualitas bisa membuat para penonton enggak bisa tidur dan terbayang-bayang cerita film. Tapi horor kacangan hanya akan lewat begitu saja. Bahkan judul bombastis pun tak akan banyak membantu.
Beberapa dari film horor yang sempat tayang merupakan hasil remake dari film-film yang sempat tenar di zamannya. Di bawah ini kumparan (kumparan.com) telah merangkum 5 film horor yang setahun terakhir lahir kembali.
1. Jailangkung
Generasi 90-an pasti mengenal frasa ‘Datang tak dijemput pulang tak diantar’ yang datang dari permainan mistis jelangkung khas Indonesia. Bermula dari popularitas permainan tersebut, pada tahun 2001, duo sutradara Rizal Mantovani dan Jose Purnomo, membuat film ‘Jelangkung’ yang masih sangat ikonik hingga kini.
Pada tahun 2017, kedua sutradara kondang itu pun kembali bersatu dan membuat reboot film ‘Jelangkung’ dengan judul 'Jailangkung'. Film tersebut pada akhirnya sukses menjadi awal mula ketenaran film-film horor Indonesia di tahun 2017 hingga saat ini.

Film ‘Jailangkung’ mengisahkan tiga kakak beradik, Angel (Hannah Al Rashid), Bella (Amanda Rawles), dan Tasya (Gabriella Quinlyn) yang ingin menguak alasan mengapa ayah mereka (Lukman Sardi) koma secara misterius.
Mereka berusaha menemukan jawabannya dengan meminta bantuan Rama (Jefri Nichol), teman sekampus Bella yang tertarik pada hal metafisik. Selain itu, seorang pilot bernama Capt. Wardana (Augie Fantinus) juga turut membantu mereka dalam menemukan jailangkung yang kemudian membuka rahasia gelap di masa lalu sekaligus membahayakan nyawa mereka.

Meski berhasil menyedot lebih dari 2,5 juta penonton, banyak orang yang mengatakan bahwa ‘Jailangkung’ tidak seseram film terdahulunya yang hingga saat ini telah ditonton oleh lebih dari 5 juta orang di Indonesia.
Demi memuaskan hasrat penonton, Screenplay Films kembali membuat sekuel tersebut dengan judul 'Jailangkung 2' yang dijanjikan akan lebih mencekam dari film sebelumnya. Rencananya film ini akan tayang pada Lebaran 2018.
2. Pengabdi Setan
Rilis pada tahun 1982, ‘Pengabdi Setan’ menjadi film Indonesia pertama yang mengangkat tema horor zombie. Dibintangi oleh I.M Damsyik, Ruth Pelupessy, dan beberapa bintang film era 80-an lain, ‘Pengabdi Setan’ disebut-sebut sebagai film horor terbaik Indonesia yang juga berhasil menembus pasar Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang.

Melihat keberhasilan terdahulu serta tren film horor pada 2017, Rapi Films mendaulat Joko Anwar untuk menyutradarai dan menulis naskah remake ‘Pengabdi Setan’ yang kemudian rilis pada 28 September 2017.
Dalam penciptaan cerita, Joko tidak membuang banyak referensi dari film ‘Pengabdi Setan’ era 80-an. Ia tetap memasukkan unsur-unsur klenik khas Indonesia dan menggabungkannya dengan nuansa zombie.

Alhasil, berbekal pemain-pemain hebat, seperti Tara Basro, Dimas Aditya, dan Ayu Laksmi, ‘Pengabdi Setan’ sukses memenangkan 7 penghargaan di ajang penganugerahan FFI 2017 dan menyedot lebih dari 4,2 juta penonton, lebih tinggi dari jumlah penonton 'Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 2', yaitu 4 juta penonton.
Selain di Indonesia, ‘Pengabdi Setan’ juga diputar di 42 negara di seluruh dunia. Tak hanya itu, film tersebut berhasil memasuki jajaran box office negeri tetangga bahkan hingga di Hong Kong dan Meksiko.

Rencananya tahun ini, film yang mempopulerkan tokoh hantu Ibu itu akan dibuatkan sekuel. Proses syuting sendiri akan mulai berjalan pada pertengahan 2019 dan akan tayang pada November 2019.
3. Hantu Jeruk Purut Reborn
Di era 2000-an, film horor Indonesia didominasi oleh berbagai cerita tentang tokoh urban legend, seperti Suster Ngesot, Pocong, serta Kuntilanak. Selain itu, ada pula film 'Hantu Jeruk Purut' yang dahulu tayang pada 29 November 2006 dan dibintangi oleh Anggia Yulia Hanafi, Sheila Marcia Joseph, dan Samuel Zylgwyn Heckenbucker.

Pada 14 September 2017, sutradara Nayato Fio Nuala membuat remake dari film tersebut dengan judul 'Hantu Jeruk Purut Reborn'. Demi menciptakan nuansa nostalgia, Nayato kembali menghadirkan sosok pastor kepala buntung dan anjingnya yang ikonik serta dua pemeran dari film terdahulu, Angie 'Virgin' dan Sheila Marcia.

Sayang, film ‘Hantu Jeruk Purut Reborn’ berujung pada kegagalan dan jumlah penontonnya juga jauh lebih sedikit dibandingkan film horor lain, ‘Pengabdi Setan’, ‘Danur’, dan ‘Jailangkung’, yang menguasai pasar kala itu.
Banyak pecinta film Indonesia yang mengatakan bahwa film ini hanya proyek ikut-ikutan dengan kata ‘reborn’ yang semula dipopulerkan oleh ‘Warkop DKI Reborn’. Selain itu, sutradara Nayato juga kerap kali menerima kritik karena pemilihan angle kamera yang kurang baik dalam penggarapan satu proyek film. Pemain yang membintangi film tersebut juga dinilai sudah terlalu tua dan kurang cocok dengan selera pasar millennial.
4. Bayi Gaib: Bayi Tumbal Bayi Mati
‘Bayi Ajaib’ merupakan film horor yang tenar di era 80-an, seperti ‘Pengabdi Setan’. Menceritakan tentang sesosok anak iblis yang lahir karena pesugihan, film ‘Bayi Ajaib’ pun dahulu digandrungi oleh banyak masyarakat Indonesia karena dinilai punya banyak unsur yang dekat dengan tradisi tradisional.

Kesuksesan film jadul tersebut akhirnya membuat Rizal Mantovani tertarik untuk membuat reboot dengan judul ‘Bayi Gaib: Bayi Tumbal Bayi Mati'. Ia pun mendaulat Mario Lawalata, Rianty Cartwright, dan Ashraf Sinclair untuk menjadi tiga pemeran utama.
Tayang pada 15 Februari lalu, ‘Bayi Gaib: Bayi Tumbal Bayi Mati’ masih menceritakan kisah mistis yang datang dari seorang bayi. Namun, jika dahulu film ‘Bayi Ajaib’ lebih menonjolkan unsur pesugihan, dalam film reboot-nya Rizal lebih banyak memperlihatkan unsur baby blues yang biasa dialami oleh seorang ibu hamil.

Meski tidak sepopuler karya-karya horor Rizal terdahulu, ‘Bayi Gaib: Bayi Tumbal Bayi Mati’ sukses menyedot perhatian hingga lebih dari 600 ribu penonton. Film tersebut pun sukses bertengger di posisi 6, satu angka di bawah ‘Yowis Ben’ dan mengalahkan ‘Kembang Kantil’ yang hanya berada di posisi 10 film Indonesia terlaris 2018.
5. The Secret: Suster Ngesot Urban Legend
Di bawah naungan RA Films, Raffi Ahmad menjadi produser sekaligus pemain dalam film ‘The Secret: Suster Ngesot Urban Legend’. Film tersebut merupakan remake dari film ‘Suster Ngesot’ yang tayang pada 2007 dan dibintangi oleh beberapa artis, seperti Nia Ramadhani, Mike Lewis, Lia Waode, dan Jajang C. Noer.

Masih mengangkat kisah hantu suster ngesot yang merupakan salah satu tokoh urban legend terpopuler di Indonesia, ‘The Secret: Suster Ngesot Urban Legend’ harus rela gagal di pasar lantaran tayang berdekatan dengan film ‘Avengers: Infinity War’.

Mengaku tidak menaruh target penonton yang tinggi, Raffi tetap harus 'gigit jari' saat beberapa bioskop harus berhenti menayangkan film tersebut karena dinilai kalah pamor dibandingkan ‘Avengers: Infinity War’. Selain itu, ‘The Secret: Suster Ngesot Urban Legend’ juga menuai kontroversi di dunia maya setelah dinilai merendahkan profesi suster.

Arie Aziz yang dahulu menjadi sutradara untuk film ‘Suster Ngesot’ kurang ampuh dalam membuat plot serta alur cerita yang menarik. Ia pun gagal mengulang kesuksesan dari film yang pada 2008 sempat booming di Indonesia tersebut.
