Erin Bakal Surati Komisi III DPR RI, Minta Ruang yang Sama untuk Paparkan Bukti
·waktu baca 2 menit

Pihak Erin berencana mengambil langkah usai Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Komisi III DPR RI yang hanya menghadirkan pihak Herawati.
Merasa diperlakukan tidak adil, pihak Erin akan mengirimkan surat permohonan resmi agar diberikan kesempatan yang sama sebagai warga negara untuk didengar keterangannya.
"Kami tentunya akan secara santun mengirim surat permohonan ke pihak Komisi III DPR RI untuk kami juga sebagai rakyat didengar. Ya, didengar pendapatnya, didengar, dilihat alat buktinya sehingga sebagai rumah rakyat, kami juga merasa diayomi oleh para wakil rakyat," ujar kuasa hukum Erin, Sunan Kalijaga, di Senayan City, Jakarta Pusat, Senin (18/5).
Sunan menekankan, DPR penting menjaga posisi netral di tengah konflik antara masyarakat. Ia berharap para anggota dewan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum melihat bukti dari kedua belah pihak.
"Hukum itu tidak boleh berpihak. Hukum itu harus ada di tengah. Ya, hukum itu harus berkeadilan. Ketika masyarakat dengan masyarakat sedang mengalami konflik hukum, alangkah baiknya kedua-duanya dilihat, didengar, dan juga sama-sama dikawal," tambah Sunan.
Erin sendiri merasa sangat kecewa dengan narasi yang berkembang di gedung parlemen tersebut.
"Apa kewenangannya mereka untuk tidak melanjutkan ini? Karena saya punya bukti yang sangat valid dan saksi-saksi ada di rumah mengetahui CCTV. Itu sangat janggal banget," ujar Erin.
Dalam surat, pihak Erin juga berniat menyelipkan poin alat bukti valid yang mereka miliki, yaitu rekaman dari 14 kamera CCTV di rumahnya.
"Kami sangat mendukung Bapak Ketua Komisi III DPR RI, khususnya dalam hal ini Pak Habiburokhman, untuk sama-sama kita mengawal baik laporan dari klien kami, Ibu Erin, dan laporan dari pihak Ibu Hera," jelas Sunan Kalijaga.
Erin merasa langkah bersurat ini perlu dilakukan demi memulihkan nama baiknya yang ia anggap telah dihancurkan oleh pernyataan sepihak mantan ART-nya.
"Saya harus perjuangkan nama baik saya, sudah dirusak, ini pembunuhan karakter. Dia podcast ke mana-mana, tampil di DPR. Saya punya bukti yang sangat valid atas fitnahan mereka," tegas Erin.
