Ernest Prakasa Soroti soal Pemeran Zahra dalam Sinetron Suara Hati Istri
·waktu baca 2 menit

Ernest Prakasa dalam unggahan di akun Instagram miliknya menyoroti mengenai pemeran Zahra dalam sinetron Suara Hati Istri yang tayang di salah satu stasiun televisi.
Karakter Zahra dalam sinetron Suara Hati Istri diperankan oleh Lea Ciarachel, yang baru berusia 15 tahun. Zahra dalam sinetron tersebut digambarkan sebagai istri ketiga dari Pak Tirta yang diperankan Panji Saputra.
Ernest Prakasa Kecam Stasiun Televisi yang Menayangkan Sinetron Suara Hati Istri
Ernest Prakasa memutuskan untuk bersuara lantaran banyak rekannya yang sebetulnya ingin mengomentari tapi tidak bisa, karena terikat kontrak kerja, etika, atau rasa tidak enak hati. “Maka, biar saya yang bersuara,” tulisnya, Selasa (1/6).
Dalam unggahannya, pria 39 tahun ini mengecam stasiun televisi yang menampilkan sinetron Suara Hati Istri. “Wahai @indosiar, ini keterlaluan. Sangat amat keterlaluan,” tulis Ernest.
Ernest menyampaikan komentar demikian lantaran ada salah satu pemeran dalam sinetron Suara Hati Istri yang usianya masih sangat belia.
“Pemeran Zahra itu usianya masih 15 tahun,” tulis sutradara film Imperfect ini.
Rating Bukan Segalanya
Ernest tidak menampik bahwa tolok ukur kesuksesan sebuah tayangan di televisi adalah rating. Kendati demikian, menurutnya, ada hal lain yang perlu menjadi perhatian.
Hal tersebut, Ernest melanjutkan, adalah nurani dan akal sehat sebagai manusia.
Oleh karena itu, timbul satu pertanyaan dari Ernest terkait dengan penayangan sinetron Suara Hati Istri, termasuk pemeran Zahra yang usianya masih 15 tahun. “Menurut kalian ini wajar?” tulisnya.
Mempertanyakan KPI
Unggahan Ernest tersebut dikomentari oleh sutradara Angga Dwimas Sasongko. Dia mempertanyakan peran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait dengan sinetron Suara Hati Istri.
“Gilak @kpipusat ngapain aja lo?” tulis Angga.
Sementara itu, penyiar Becky Tumewu mengatakan televisi seharusnya menampilkan siaran yang berkualitas.
“TV seharusnya berkontribusi meningkatkan kualitas masyarakat, bukan sebaliknya! Oh my…” tulis Becky.
