Kumparan Logo

Erwin Gutawa Buka Lembaga Pendidikan Musik Erwin Gutawa Music School

kumparanHITSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peresmian Erwin Gutawa Music (Foto: Munady Widjaja)
zoom-in-whitePerbesar
Peresmian Erwin Gutawa Music (Foto: Munady Widjaja)

Setelah lebih dari 30 tahun berkecimpung di dunia musik, Erwin Gutawa resmi membuka lembaga pendidikan musik bernama Erwin Gutawa Music School (EGMS). Erwin mengatakan, dibukanya sekolah musik tersebut menjadi bukti konkret kepeduliannya terhadap seni budaya.

"Dari dulu cuma main band, main orkestra. Tapi sekarang ngerasain dampak positifnya berkarya di musik, terus mulai merasa kita harus sering share. Karena, nanti musik atau seni budaya di Indonesia terbelakang," kata Erwin saat ditemui di EGMS di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Rabu (17/1).

Peresmian Erwin Gutawa Music (Foto: Munady Widjaja)
zoom-in-whitePerbesar
Peresmian Erwin Gutawa Music (Foto: Munady Widjaja)

Selain itu, komponis berusia 55 tahun itu juga memiliki keresahan lain terhadap seni budaya Tanah Air. Menurut penuturannya, saat ini seni budaya sudah tidak menjadi topik utama yang dibicarakan masyarakat Indonesia. "Padahal kita punya potensi hebat," imbuh Erwin.

Maka dari itu, kata Erwin, generasi muda harus unggul sehingga bisa bersaing di kancah internasional. "Bangsa yang maju pasti seni budayanya juga maju," ujarnya.

Lembaga pendidikan musik yang didirikan Erwin tidak hanya diperuntukkan kepada mereka yang ingin belajar dasar-dasar musik. Erwin Gutawa Music School juga menyediakan fasilitas pendidikan bagi semua orang yang ingin menjadi musisi handal, menjadikan musik sebagai hobi, atau melanjutkan pendidikan.

Ada empat program yang ditawarkan oleh EGMS. Pertama adalah Music Course yang melatih kemampuan bermain alat musik. Kedua, Music Lovers untuk para pencinta musik yang mencari kegiatan bermusik.

Program ketiga adalah Music College, ini dikhususkan untuk mempersiapkan pelajar yang ingin bersaing di industri musik nasional atau internasional. Terakhir adalah Musicpreneur yang merupakan program non-instrumen dan mempelajari industri, teknologi, dan kreativitas dalam bermusik.