Fadli Zon Kenang Ray Sahetapy: Aktor Tangguh yang Berprestasi

2 April 2025 18:30 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Aktor Ray Sahetapy di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (7/2). Foto: Aria Pradana/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Aktor Ray Sahetapy di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (7/2). Foto: Aria Pradana/kumparan
ADVERTISEMENT
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melayat ke rumah duka aktor senior Ray Sahetapy di Sentosa RSPAD, Jakarta Pusat, Rabu (2/4). Fadli mengenang Ray sebagai seniman, budayawan, sosok yang punya bakat lengkap.
ADVERTISEMENT
"Bang Rey Sahetapy, seorang seniman, budayawan, sosok yang saya kira lengkap, yang saya kenal juga sudah cukup lama," kata Fadli Zon.
Fadli Zon mengenal Ray Sahetapy sejak tahun 1990-an. Saat itu, Fadli kerap mengunjungi Oncor Studio, rumah seni yang dibangun Ray. Pertemuan mereka berlanjut ke Rusia.
"Selain itu, saya juga pernah sama-sama di Rusia tahun 1996. Bang Rey juga waktu itu menyaksikan saya bicara di Moscow State University. Jadi saya sering jalan waktu itu di Rusia, bareng beliau," tutur Fadli.
Fadli Zon kenang Ray Sahetapy. Foto: Vincentius Mario/kumparan

Fadli Zon Sebut Ray Sahetapy Aktor Tangguh

Di mata Fadli Zon, jasa Ray Sahetapy dalam dunia keaktoran sangat berarti. "Beliau pernah menginisiasi sebuah komunitas teater yang penting pada masa itu. Dan melahirkan juga banyak aktor-aktor, seniman-seniman, budayaan-budayawan," ujar Fadli.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, Fadli merasa kehilangan sosok Ray sebagai aktor tangguh dan berprestasi.
"Tentu kita merasa kehilangan sosok Ray Sahetapy, seorang aktor yang saya kira sangat tangguh, dan aktingnya luar biasa, prestasinya juga luar biasa," ungkapnya.
Ray Sahetapy. Foto: Munady
Lebih lanjut, Fadli Zon mendoakan agar arwah Ray Sahetapy diterima di sisi Tuhan.
"Bang Ray ini saya kenal secara pribadi, dan tentu kita merasa kehilangan. Mudah-mudahan amal ibadah beliau diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT," kata Fadli.
Fadli menyebut pengabdian Ray akan abadi dan terekam dalam karya-karyanya.
"Tentu karena karya-karya beliau di film menjadi abadi dengan aktingnya, saya kira masih bisa dilihat oleh generasi selanjutnya, selama puluhan tahun, bahkan ratusan tahun yang akan datang," tandas Fadli.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan sambutan dalam diskusi publik "Melihat Kembali Nilai-Nilai Penting Situs Cagar Budaya Nasional Gunung Padang" di Gedung A Kemendikbudristek, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan
Ray Sahetapy meninggal dunia pada Selasa (1/4) pukul 21.04 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, dalam usia 68 tahun. Adik Ray, Charly Sahetapy, mengungkap bahwa kakaknya meninggal dunia karena penyakit komplikasi.
ADVERTISEMENT
Jenazah Ray akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (4/4). Keluarga masih menunggu kedatangan putra ketiga Ray, Surya Sahetapy, dari Amerika Serikat.
Anak bungsu Ray, Raya Sahetapy, mengatakan jenazah Ray terlebih dahulu disalatkan di Masjid Istiqlal sebelum dimakamkan.
"Rencananya hari Jumat dimakamkan setelah salat Jumat. Akan disalatkan dulu di Masjid Istiqlal," ucapnya.
Ray Sahetapy. Foto: Munady Widjaja
Karier Ray dimulai saat debut layar lebar lewat film Gadis (1980) garapan sutradara Nya' Abbas Akup. Film itu mempertemukan dirinya dengan Dewi Yull, hingga keduanya menikah pada 16 Juni 1984.
Mereka dikaruniai empat anak, yakni Panji Surya, Gizca Puteri Agustina Sahetapy, Rama Putra, dan Mohammad Raya Sahetapy. Ray lalu bercerai dengan Dewi pada 2004.
Ray kemudian menikah dengan Sri Respatini Kusumastuti. Sementara itu, Dewi menikah lagi dengan Srikaton pada 2008.
ADVERTISEMENT