Fakta-fakta Baru yang Terkuak di Sidang Kasus Rachel Vennya Kabur Karantina
·waktu baca 4 menit

Rachel Vennya menjalani sidang perdana dan terakhir dari kasus kabur karantina. Kekasihnya, Salim Nauderer, dan asistennya, Maulida, juga mengikuti sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Tangerang pada Jumat (10/12) kemarin.
Dalam persidangan tersebut, terdapat beberapa fakta baru yang terungkap. Simak rangkumannya di bawah ini.
Rachel Vennya Kabur Karantina karena Merasa Tak Nyaman
Di hadapan majelis hakim, Rachel Vennya mengakui bahwa ia tak melakukan kewajiban karantina sebagaimana mestinya sepulang dari Amerika Serikat pada September lalu. Selebgram berusia 26 tahun tersebut juga juga mengungkap alasan mengapa dirinya kabur karantina.
Rachel Vennya mengatakan pernah menjalani karantina sepulang dari Dubai, sebelum ia ke Amerika Serikat. Dirinya kala itu merasa tak nyaman sehingga tak ingin lagi merasakan pengalaman dikarantina.
"Kesalahan saya, Yang Mulia. Sebelumnya saya pernah karantina dan saya enggak nyaman, itu aja. Sebelumnya karantina, pulang dari Dubai, lima hari," ujar Rachel Vennya dalam sidang.
Ya, ini berbeda dengan alasan yang pernah Rachel Vennya lontarkan kala menjadi bintang tamu di kanal YouTube Boy William. Saat itu, ia mengaku kabur karantina karena rindu dan ingin cepat bertemu anak-anaknya.
Rachel Vennya Mengaku Bayar Rp 40 Juta supaya Tak Ikut Karantina
Rachel Vennya mengaku bahwa dirinya mentransfer uang sebesar Rp 40 juta. Sejumlah uang tersebut diberikan Rachel kepada oknum petugas bandara, Ovelina Pratiwi.
“Rp 40 juta sudah dikembalikan semua, ke Ovelina,” ungkap Rachel.
Dalam kesempatan yang sama, Ovelina ditanya mengenai sejumlah uang tersebut. Kata Ovelina, uang tersebut merupakan permintaan dari Satgas COVID-19.
Namun, kata Ovelina, pihak satgas meminta Rp 10 juta untuk satu orang. Total untuk ketiganya menjadi Rp 30 juta.
“Semua dari satgas yang punya kewenangan, Pak, per orang Rp 10 juta. Tapi, saya ditransfer Rp 40 juta,” ungkap Ovelina dalam kesempatan yang sama.
Rachel Vennya Hanya Pura-pura Foto di Kamar Wisma Atlet Agar Dianggap Karantina
Dalam sidang tersebut, Rachel Vennya mengungkapkan bahwa memang dirinya sama sekali tidak menjalani karantina usai pulang dari Amerika pada September lalu.
Terkait foto yang beredar di media sosial dan memperlihatkan sosok Rachel dan Salim di kamar Wisma Atlet, diungkap Rachel bahwa foto tersebut hanyalah pura-pura. Hal ini lantaran kaburnya Rachel diketahui oleh salah satu anggota kepolisian dari Polres Bandara, Bripka Jentro Sitorus.
"Karena saya ketahuan sama Pak Jentro, saya langsung hubungi Ovel (Ovelina), 'Saya harus bagaimana?' Terus, saya disuruh ke Wisma (Atlet) dan akhirnya saya ke Wisma untuk foto. Dan foto dikirim ke Pak Jentro, foto keberadaan saya di Wisma Atlet," tutur Rachel.
Mantan istri Niko Al Hakim tersebut menjelaskan saat itu foto dilakukan bersama Salim dan Maulida. Foto diambil di dalam kamar Wisma Atlet agar dianggap mereka melakukan karantina.
"(Foto) di dalam kamar bertiga. Iya (biar seolah-olah di sana) enggak tinggal," katanya.
Rachel Vennya Disebut Sebagai Pelajar saat Pura-pura Karantina di Wisma Atlet
Seorang saksi yang bertugas di bagian pendataan bernama Aditya menyebutkan, surat rekomendasi lokasi karantina COVID-19 milik Rachel Vennya berstempelkan dua lokasi, yakni Hotel Isolasi dan Wisma Atlet Pademangan.
"Pas saya lihat suratnya, ada dua stempel, dan memang itu wajar, cuma di sana, ya saya tanyain ini siapa," ujarnya dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang, Jumat, (10/12).
Surat rekomendasi tersebut dibawa oleh Ovelina, terdakwa yang merupakan staf protokoler DPR RI yang membantu kaburnya Rachel beserta pacar dan juga manajernya.
Rachel bahkan sempat disebut sebagai pelajar. Untuk dapat menjalani karantina di Wisma Atlet Pademangan memang hanya diperbolehkan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), ASN yang baru pulang dari dinas dari luar negeri, dan juga pelajar/mahasiswa.
"Saya di bagian pendataan, pas surat dibawa saya tanya 'orangnya mana?' terus dibilangnya pelajar, tapi pas saya cek namanya Rachel Vennya, dan yang saya tahu dia selebgram," lanjut Aditya.
Aditya mengaku hanya menjalankan tugasnya saja pada saat itu tanpa banyak bertanya pada Ovelina. Setelah mendata, Aditya menyerahkannya kepada petugas lain yang disebut sebagai Satgas.
Rachel Vennya Sudah Berencana Kabur Karantina sejak Masih Berada di AS
Dalam sidang itu, terungkap fakta bahwa Rachel sudah merencanakan tidak mengikuti karantina sejak masih di Amerika Serikat.
Dari rekannya, Intan, Rachel dihubungkan dengan Ovelina Pratiwi, oknum petugas bandara yang bisa membantunya lolos dari karantina.
“Saya tahu saya harus karantina, tapi saya tanya bagaimana caranya biar tidak jalani karantina sama teman saya, Intan,” tutur Rachel Vennya dalam persidangan.
Ovelina kemudian mengatur cara agar Rachel dan teman-temannya tak perlu menjalani karantina. Rachel bahkan menghubungi Ovelina sejak masih di Amerika Serikat.
“Waktu sebelum keberangkatan (telepon Ovelina). Iya (waktu masih di Amerika),” ujarnya.
