Dalam Sidang Cerai, Atalarik Dituding Punya Kelainan Seksual

Sidang terakhir kasus perceraian pasangan selebriti Tsania Marwa dan Atalarik Syach akhirnya telah selesai digelar di Pengadilan Agama Cibinong, Jawa Barat, pada hari ini, Selasa (15/8).
Agenda sidang sendiri berisi tentang putusan dari majelis hakim kepada kedua belah pihak yang tengah berseteru. Sidang digelar secara terbuka dan berlangsung selama kurang lebih 2 jam.
Marwa hadir dengan didampingi kuasa hukumnya, Busro Sapawi, dan beberapa keluarganya. Sedangkan Atalarik memilih untuk absen dan hanya diwakili oleh kuasa hukumnya, Junaedi.
Beberapa fakta pun diungkap oleh majelis hakim di ruang sidang. Di antaranya adalah perselisihan yang kerap terjadi antara Marwa dan Atalarik, hingga kelainan seksual yang diduga diidap oleh pria berusia 44 tahun tersebut.

"Berdasarkan fakta persidangan, ibu kandung penggugat (Silvia), mengatakan bahwa ia pernah mengetahui, bahwa tergugat (Atalarik) sering marah-marah kepada penggugat. Serta tergugat pernah memarahi ibu kandung penggugat. Saksi juga pernah melihat tergugat sering memarah-marahi tergugat di depan anak-anak," ucap salah satu hakim anggota di ruang sidang.
"Menurut cerita saksi penggugat, tergugat memiliki kelainan seksual yang tidak hanya pelecehan seksual dengan menyukai perempuan, tetapi juga laki-laki dengan menonton video homoseksual," lanjutnya.
Kendati demikian, dalam putusannya, ketua majelis hakim mengenyampingkan fakta-fakta yang telah dibacakan tersebut.

Ia mengabulkan sebagian permohonan Marwa, yakni untuk bercerai dengan Atalarik dengan alasan perselisihan yang sangat sering terjadi dan tak dapat dihindarkan.
"Sebelum memutuskan, bahwa majelis hakim mengesampingkan fakta persidangan dalam putusan tersebut, karena harus mencari bukti baru untuk membuktikan fakta persidangan," ujar Hakim Ketua, Drs. H. Sahrudin.
Lalu, bagaimana pihak Atalarik menanggapi hal tersebut?
"Saya tidak mau menanggapinya. Majelis hakim pun bilang tadi putusan bukan karena masalah itu (kelainan seksual). Tapi memang rumah tangga Atalarik dan Marwa sudah tidak harmonis lagi," ujar Junaedi usai persidangan.
