Kumparan Logo

Fatin Shidqia Tulis Lagu Bahasa Inggris Pertama di Album Terbarunya

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyanyi Fatin Shidqia saat hadir di acara AMI Award 2019 di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta, Rabu, (27/11/2019).  Foto: Ronny/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Penyanyi Fatin Shidqia saat hadir di acara AMI Award 2019 di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta, Rabu, (27/11/2019). Foto: Ronny/kumparan

Fatin Shidqia tengah bersiap merilis album terbaru setelah penantian panjang lebih dari satu dekade. Album ini dijadwalkan rilis pada akhir tahun dengan menghadirkan lebih dari 10 lagu.

Seluruh proses rekaman sudah rampung. Saat ini, Fatin hanya menunggu tahap akhir seperti photoshoot dan artwork sebelum album resmi dirilis.

Salah satu lagu yang paling mencuri perhatian adalah lagu terakhir yang ia rekam. Lagu ini bercerita tentang hubungan dengan sosok pria toxic, sebuah kisah yang tidak sehat untuk dijalani namun tetap sulit ditolak.

“Di album ini ada beberapa fase. Mulai dari perkenalan, lalu konflik, sampai akhirnya lebih kalem dan tenang,” jelas Fatin dalam keterangan resminya.

Fatin Shidqia ketika ditemui awak media di Jakarta, Kamis (23/08/2018). Foto: Munady Widjaja

Lewat album ini, Fatin juga ingin menampilkan sisi dewasanya. Ia terlibat langsung dalam proses kreatif, termasuk menulis lagu. Bahkan, lagu yang baru direkam menjadi lagu pertama dalam bahasa Inggris yang ia tulis sendiri.

“Penginnya sih lebih menunjukkan sisi dewasa. Karena memang semua lagu aku terlibat. Ada juga lagu bahasa Inggris pertama aku yang aku tulis. Jadi banyak hal baru yang aku lakukan demi album ini,” ungkapnya.

Penantian Panjang Penggemar Fatin

Album ini sekaligus menjadi jawaban atas penantian panjang Fatinistic—sebutan untuk penggemar Fatin. Album terakhirnya diketahui rilis pada 2013–2014, lebih dari 10 tahun lalu.

Lamanya jeda tersebut, kata Fatin, dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kesibukan sekolah, kuliah, hingga perjalanan musik yang lebih sering diisi dengan single.

“Awalnya dulu soal kuliah, terus SMA juga belum selesai. Setelah itu kuliah, lalu fokus banget ke nyanyi ke sana kemari. Sampai akhirnya mikir, sudah banyak juga single, bagaimana kalau bikin album aja,” tutup Fatin.