Film Air Mata di Ujung Sajadah Tembus 1 Juta Penonton, Nafa Urbach Bersyukur

19 September 2023 12:07
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Konferensi Pers Trailer dan Poster film Air Mata di Ujung Sajadah, XXI Plaza Senayan, Jumat (4/8). Foto: Giovanni/kumparan
ADVERTISEMENT
Tak banyak film Indonesia di luar genre horor yang berhasil memperoleh satu juta penonton pada tahun ini. Hanya dua film yang berhasil meraihnya yakni Ketika Berhenti di Sini dan Buya Hamka. Jumlah penonton film itu masing-masing ialah 1,6 juta dan 1,2 juta.
ADVERTISEMENT
Di pertengahan September 2023, jumlah film Indonesia di luar horor yang memperoleh sejuta penonton bertambah satu. Film Air Mata di Ujung Sajadah yang diproduksi Beehave Pictures berhasil meraup 1.027.198 penonton. Angka itu diperoleh di hari kesebelas penayangan film tersebut.
Perolehan jumlah penonton film Air Mata di Ujung Sajadah diketahui dari unggahan Nafa Urbach di akun Instagram pribadinya. Nafa merupakan produser film itu. Ia bersyukur atas pencapaian yang diperoleh film Air Mata di Ujung Sajadah.
"😭😭😭😭❤️❤️❤️🥁🥁🥁🙏🙏🙏 terima kasih Tuhaann ….. terima kasih Indonesiaa ….. 🙏🙏🙏🇮🇩🇮🇩🇮🇩 @airmatadiujungsajadahfilm BOX OFFICE indonesia 🇮🇩🇮🇩🇮🇩……" tulis Nafa, Senin (18/9).
Salah satu pemain Air Mata di Ujung Sajadah, Citra Kirana, bersyukur karena film yang dibintanginya telah menembus sejuta penonton. Ia mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang sudah menyaksikan film Air Mata di Ujung Sajadah.
ADVERTISEMENT
"Alhamdulillahh♥️✨ terima kasih temen-temen semua yang sudah nonton Air Mata di Ujung Sajadah," tulis Citra.
Nafa Urbach. Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan
Sejauh ini, film Air Mata di Ujung Sajadah menempati posisi delapan dalam daftar film Indonesia terlaris 2023. Di atas Air Mata di Ujung Sajadah, ada film Sosok Ketiga yang memperoleh 1.162.291 penonton.
Namun terbuka kemungkinan Air Mata di Ujung Sajadah menggeser posisi Sosok Ketiga maupun Khanzab yang memperoleh 1.166.706 penonton, karena film itu masih tayang di bioskop.
Sementara itu, peringkat pertama masih dipegang oleh Sewu Dino yang memperoleh 4.863.533 penonton. Di bawah film garapan sutradara Kimo Stamboel itu, ada Waktu Maghrib yang memperoleh 2.409.122 penonton.
Suzzanna: Malam Jumat Kliwon, Ketika Berhenti di Sini, dan Buya Hamka masing-masing menempati posisi 3, 4, dan 5. Film Suzzanna: Malam Jumat Kliwon yang dibintangi Luna Maya berhasil memperoleh 2.189.363 penonton.
ADVERTISEMENT

Nafa Urbach Nikmati Peran Jadi Produser di Film Air Mata di Ujung Sajadah

Film Air Mata di Ujung Sajadah digarap oleh sutradara Key Mangunsong. Ketika ditemui di XXI Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (16/8), Nafa Urbach puas dengan hasil produksi film bergenre drama itu.
Menurut Nafa, film Air Mata di Ujung Sajadah memiliki cerita yang cukup dekat dengan masyarakat. Karena itu, perempuan 43 tahun tersebut berharap pesan dalam film bisa tersampaikan dengan baik kepada para penonton.
Nafa menikmati peran sebagai produser. Bahkan, ia punya rencana untuk memproduseri film lain karena ketagihan menjadi produser. "Ketagihan banget. Kita sudah siapin buat film kedua atau ketiga malahan," kata Nafa.
Pemain film Kembang Kantil ini menikmati perannya di balik layar. Sehingga, ia mengasah kemampuannya. "Enak di balik layar, alasannya ya kalau jackpot wah, dan bisa mengasah kemampuan," ucap Nafa.
Fedi Nuril dalam Konferensi Pers Trailer dan Poster film Air Mata di Ujung Sajadah, XXI Plaza Senayan, Jumat (4/8). Foto: Giovanni/kumparan
Film Air Mata di Ujung Sajadah dibintangi Titi Kamal, Fedi Nuril, Citra Kirana, dan Tutie Kirana. Film ini tayang di bioskop sejak 7 September lalu.
ADVERTISEMENT
Air Mata di Ujung Sajadah menceritakan tentang Aqilla (Titi Kamal) yang melahirkan bayi dari pernikahan yang tak direstui sang ibu, Halimah (Tutie Kirana). Sang ibu terpaksa membohongi Aqilla dengan berkata bahwa bayinya sudah meninggal.
Padahal Halimah memberikan cucunya pada pasangan Arif (Fedi Nuril) dan Yumna (Citra Kirana). Tujuh tahun kemudian Aqilla mengetahui keberadaan buah hatinya, yang diberi nama Baskara. Bagaimanakah pertemuan Aqilla dengan putranya? Apakah Arif dan Yumna mau menyerahkan anak yang lama mereka asuh?