kumparan
search-gray
Entertainment19 September 2018 19:34

Film 'Bayang' Terinspirasi 'A Copy of My Mind' Milik Joko Anwar

Konten Redaksi kumparan
Adegan dalam film 'Bayang'
Adegan dalam film 'Bayang' (Foto: Alfrits John Robert)
Kyoto International Film Festival (KIFF) 2018 akan digelar di Kyoto, Jepang, pada 11-14 Oktober mendatang. Di festival yang memadukan film dengan musik tersebut, ada satu film Indonesia yang mendapat 'Special Invitation Film', yakni 'Bayang'. Film tersebut digarap oleh sutradara Alfrits John Robert.
ADVERTISEMENT
Alfrits mengatakan, film 'Bayang' dia garap untuk merayakan 60 tahun hubungan Jepang dan Indonesia.
"Syuting mostly banyak di Jakarta, syuting Jepang itu di Kyoto dan Osaka. Lima hari di sana. Ini tribute untuk Yasujirō Ozu, ceritanya not commercial," ujarnya saat dihubungi kumparan melalui telepon belum lama ini.
Sutradara Alfrits John Robert
Sutradara Alfrits John Robert (Foto: Alfrits John Robert)
'Bayang' atau 'Shadow' berdurasi 120 menit dan akan tayang perdana di KIFF 2018. Hal ini sesuai dengan permintaan KIFF yang meminta 'Bayang' tayang pertama di festival tersebut.
Alfrits mengakui bahwa 'Bayang' terinspirasi oleh film besutan Joko Anwar, yakni 'A Copy of My Mind'. Maka dari itu, tidak heran apabila budget untuk film tersebut cukup rendah dan timnya pun tidak banyak.
Joko Anwar
Joko Anwar (Foto: Munady)
"Tim kita sedikit tapi produksi oke. Pas lagi pengerjaan ini banyak dibantu instansi dari Jepang. Ya, filmnya emang didesain untuk festival, promotion-nya enggak terlalu gimana gitu, tim kita cuma 10-15 orang. Kita production plan-nya nyadur dari sistem Joko Anwar. Kita enggak muluk-muluk," terang Alfrits.
ADVERTISEMENT
"Including post production, (kami menghabiskan) Rp 400 juta something. Small movie dalam hal budget. Itu juga masih missed, Bang Joko saja (sekitar) Rp 250 juta. Mungkin karena syuting ke luar negeri, itu faktornya (kenapa lebih mahal)," sambungnya.
Adegan dalam film 'Bayang'
Adegan dalam film 'Bayang' (Foto: Alfrits John Robert)
Selain untuk memeriahkan 60 tahun hubungan Jepang dan Indonesia, Alfrits juga mengatakan bahwa dia sangat menghargai film-film Jepang. Dia mengaku dibuat jatuh cinta lagi oleh sutradara favoritnya, Yasujirō Ozu, pada dunia perfilman.
"Saya pernah buat film sebelumnya, 'Multiverse: The 13th Step', di bioskop and it doesn't sell well. Itu bikin kayak, should I keep on this journey as a film director? Itu tantangan sendiri. Dan, nonton film Ozu, aku falling in love sama cinema, jadi aku utang budi sama dia. Aku pengen bikin film sebagai penghormatan untuk Beliau," tutup sutradara yang menyukai genre hitchcock ini.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white