Kumparan Logo

Film Ghost in the Cell Raup 154.279 Penonton di Hari Pertama Tayang

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi pers dan screening Ghost In The Cell, Jakarta Selatan. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi pers dan screening Ghost In The Cell, Jakarta Selatan. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Film Ghost in the Cell sudah tayang di bioskop mulai 16 April 2026. Film terbaru Joko Anwar ini memperoleh 154.279 penonton di hari pertama penayangannya.

Mengenai jumlah penonton film Ghost in the Cell disampaikan Joko lewat unggahan di akun Instagramnya. Ia mengucapkan terima kasih kepada para penonton.

โ€œWHOAAAA!! TERIMA KASIH BANYAK, TEMAN-TEMAAANN!โ€ tulis Joko.

Konferensi Pers Perilisan Trailer Film Ghost In The Cell di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Unggahan Joko Anwar soal perolehan jumlah penonton film Ghost in the Cell dikomentari oleh sutradara Hanung Bramantyo. Ia mengucapkan selamat kepada Joko atas pencapaian film garapannya.

"๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ Selamaatt," tulis Hanung.

Sementara itu, salah satu pemain Ghost in the Cell, Morgan Oey, merasa bersyukur atas pencapaian film yang ia bintangi. Dalam film ini, ia berperan sebagai salah satu tahanan.

"Puji Tuhan ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ" tulis Morgan.

Ghost in the Cell mengangkat genre horor komedi. Film ini berlatar di Lapas Labuhan Angsana. Para narapidana di sana terpaksa bersatu melawan teror hantu pemangsa energi negatif yang membunuh mereka satu per satu secara mengerikan.

instagram embed

Film Ghost in the Cell Tayang di Berlinale Film Festival

Sebelum ditayangkan di Indonesia, film Ghost in the Cell lebih dulu tayang di Berlinale Film Festival pada Februari lalu. Joko hadir bersama sejumlah pihak yang terlibat dalam film ini, ternasuk dua pemain yakni Abimana Aryasatya dan Endy Arfian.

"Kita waktu itu sangat khawatir banget karena apa? Joke-nya kan Indonesia banget ya. Kita berpikir bahwa aduh gimana ya nanti kalau misalnya kita bawa ke Berlinale pertama kali diputar untuk publik, untuk global audience pula, dan film kita kena banned gimana, kan takut kena imbas ke Indonesia, nanti audiens Indonesia akan merasa bahwa film ini enggak bagus dan sebagainya," kata Joko di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta.

Bahkan, Joko sempat merasa gugup saat melihat poster besar film Ghost in the Cell terpampang di pinggir jalan. "Itu kita enggak fully bisa kayak, 'Ih keren banget ya film kita.' Karena degan-degan banget," ucapnya.