Kumparan Logo

Film Kereta Berdarah Raup 1 Juta Penonton Usai 25 Hari Tayang

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Press screening film Kereta Berdarah di XXI Epicentrum. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Press screening film Kereta Berdarah di XXI Epicentrum. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Film Kereta Berdarah yang diproduksi MVP Pictures berhasil memperoleh 1 juta penonton setelah 25 hari tayang di bioskop.

Mengenai perolehan jumlah penonton film Kereta Berdarah diketahui dari unggahan Instagram @keretaberdarahfilm pada Minggu (25/2).

"SA-TU JUTAAAAAA Penumpang Kereta Berdarah," tulis akun tersebut.

Press screening film Kereta Berdarah di XXI Epicentrum. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Pihak film Kereta Berdarah mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang sudah menyaksikan film yang dibintangi oleh Hana Malasan ini di bioskop.

"Terima kasih semuanya yang sudah berpartisipasi dalam perjalanan teror bersama kami," tulisnya.

Selain itu, mereka berharap film Kereta Berdarah bisa menjadi hal yang berkesan bagi para penonton.

"Semoga menjadi suatu perjalanan yang berkesan di awal tahun ini 🫶🩸" tulisnya.

instagram embed

Sinopsis Film Kereta Berdarah

Film Kereta Berdarah disutradarai oleh Rizal Mantovani. Selain Hana Malasan, film ini juga dibintangi oleh Zara Leola, Putri Ayudya, Fadly Faisal, Kiki Narendra, Totos Rasiti, dan Yama Carlos.

Film Kereta Berdarah mengisahkan tentang perjalanan kakak beradik, Purnama (Hana Malasan) dan Kembang (Zara Leola) yang hendak mengunjungi sebuah resort mewah bernama Sangkara.

Untuk menuju resort tersebut, Purnama dan Kembang harus menumpang kereta Sangkara. Namun liburan yang telah lama mereka rencanakan justru harus berakhir petaka. Di tengah perjalanan, kejadian tak terduga dan di luar nalar mulai terjadi.

Kejadian itu bahkan membuat satu per satu gerbong yang mereka tumpangi menghilang. Gangguan itu muncul lantaran proses pembangunan jalur kereta yang kontroversial dan melawan kepercayaan setempat.