Kumparan Logo

Film Mungkin Kita Perlu Waktu Diharapkan Jadi Ruang Refleksi untuk Keluarga

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Adegan dalam film Mungkin Kita Perlu Waktu. Foto: YouTube/ Adhya Pictures
zoom-in-whitePerbesar
Adegan dalam film Mungkin Kita Perlu Waktu. Foto: YouTube/ Adhya Pictures

Film Mungkin Kita Perlu Waktu garapan sutradara Teddy Soeriaatmadja tayang di bioskop pada hari ini. Teddy berharap film ini bisa menjadi ruang refleksi bagi keluarga yang sedang berjuang menghadapi kehilangan maupun krisis komunikasi dalam rumah tangga.

“Karena dalam setiap duka, selalu ada harapan untuk pulih. Mungkin, yang kita butuhkan hanya waktu,” kata Teddy dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan, Kamis (15/5).

Mungkin Kita Perlu Waktu merupakan film yang diproduksi Kathanika Films, Adhya Pictures, dan Karuna Pictures. Film ini menceritakan renggangnya hubungan sebuah keluarga usai kematian salah satu anggota keluarga.

Diceritakan setelah Sara (Naura Hakim) meninggal keluarga, kehidupan anggota keluarnya yang lain, yakni Restu (Lukman Sardi), Kasih (Sha Ine Febriyanti), dan Ombak (Bima Azriel) dari luar terlihat berjalan normal. Namun, di balik itu, masing-masing dari mereka menyimpan luka yang belum sembuh.

Hubungan mereka mulai retak: Ombak mencari kenyamanan lewat teman dekatnya, Aleiqa (Tissa Biani). Kasih memendam amarah dan memilih jalur spiritual. Sementara itu, Restu berusaha menyatukan kembali keluarganya melalui bantuan Nana (Asri Welas), seorang psikolog.

Adegan dalam film Mungkin Kita Perlu Waktu. Foto: YouTube/ Adhya Pictures

Sutradara Ungkap Alasan Ubah Ending Film Mungkin Kita Perlu Waktu

Sebelum tayang di bioskop, film Mungkin Kita Perlu Waktu sempat ditayangkan di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2024. Teddy yang juga menjadi penulis naskah dan produser mengatakan ada perubahan pada ending film.

Jarak tayang di JAFF dengan penayangan di bioskop cukup lama, sehingga Teddy mempunyai waktu untuk mengevaluasi kembali apa yang bisa diperbaiki dari film Mungkin Kita Perlu Waktu. Akhirnya, Teddy memutuskan melakukan perubahan pada bagian ending film.

“Saya merasa perlu untuk memberi waktu dan ruang yang lebih dalam bagi tiap karakter untuk jujur dan saling hadir dalam menyelesaikan konflik mereka. Harapannya, penonton bisa merasakan kehangatan dan kejujuran dari momen-momen ini dan menyadari bahwa, semua butuh waktu untuk bisa saling memahami,” ucap Teddy.

Sementara itu, Eksekutif Produser dari Kathanika Films Lukman Sardi merasa cerita dalam film Mungkin Kita Perlu Waktu sangat relevan dan disampaikan dengan cara yang jujur. Bukan tipe film yang menyuguhkan emosi meledak-ledak. “Karena itu, emosi dan konflik dalam cerita ini terasa lebih nyata dan mengena,” ujar Lukman.

Konferensi Pers Film Mungkin Kita Perlu Waktu di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Selasa (6/5/2025). Foto: Giovanni/kumparan

Eksekutif Produser dari Adhya Pictures Ricky Wijaya menyampaikan kekuatan film Mungkin Kita Perlu Waktu karena duet maut Teddy dan Lukman. Dua sosok yang memiliki pengalaman panjang di industri film.

Ricky percaya karya yang kuat lahir dari gagasan personal dan otentik. Pihaknya, kata Ricky, berharap visi misi serta pendekatan kreatif dari para filmmaker bisa berdampak untuk penonton.

“Yang tidak hanya berhenti di ruang bioskop tapi juga membuka ruang diskusi untuk mereka bawa ke rumah setelah pulang dari bioskop,” kata Ricky.