Finalis Miss Universe Indonesia Dibentak saat Menolak untuk Tanggalkan Busana
ยทwaktu baca 2 menit

Para finalis Miss Universe Indonesia mendapatkan perlakuan tak menyenangkan selama proses kompetisi berlangsung. Mereka diminta untuk melakukan pemeriksaan tubuh alias body checking dengan menanggalkan seluruh busana dan beberapa dari mereka dipotret.
Padahal, agenda body checking tak tertera dalam rundown acara. Mirisnya lagi, para finalis diminta menanggalkan busana di tempat yang kurang layak, dan terdapat beberapa pria di lokasi tersebut.
Salah satu finalis Miss Universe Indonesia, J, menceritakan kronologi kejadian tersebut. Awalnya, ia diminta untuk melakukan fitting baju.
"Saya bawa gaun saya, saya masuk ke dalam, tiba-tiba saat saya mau buka baju disuruh untuk buka underwear atasan, terus saya bingung. Tapi saya tetap nurut-nurut saja karena saya kan sebagai finalis di sini," ucap J dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Senopati, Jakarta Selatan.
R mengaku sempat dibentak ketika menolak untuk melepas seluruh busana. Ia pun merasa tertekan karena dalam kondisi tersebut.
"Saya takut dan tertekan seperti takut masuk dalam penilaian kalau saya menolak. Kemudian langsung saya agak dibentak karena saya sempat menolak untuk membuka (pakaian dalam), oke saya membuka . Bagian atas saya lalu saya di-body checking, saya disuruh angkat kaki satu dan dicek, kaki saya kenapa, dan kayak kekurangannya apa," jelas J.
"Tapi itu saya tidak difoto, saya hanya dicatat saja. Lalu setelah dibuka atasnya tadi, saya menutup lagi bagian atas saya, namun saya dibentak lagi, dimarahi, kalau saya ini, 'Gimana sih kalau nanti dikirim ke luar negeri? Kalau di luar negeri nanti kamu akan telanjang di depan banyak orang, so kamu harus bangga dengan dirimu sendiri, harus embrace yourself,'" imbuhnya.
J kemudian menuturkan bagaimana kondisi lokasi saat dirinya menanggalkan busananya. Ia menyebut banyak orang lalu lalang di sekitar tempat itu.
"Di situ tidak hanya ada perempuan saja, di situ ramai, ada laki-laki, yang saya ingat ada tiga orang laki-laki, sisanya cewek dan itu ramai dan tidak di ruangan tertutup, tidak ada pintu. Benar-benar hanya sekat kayu saja, dan orang lalu lalang di situ sangat bebas," pungkasnya.
