Foo Fighters Jadi Band Pembuka AC/DC dan Isyaratkan Rencana Tur Bersama

Grup musik rock asal Amerika Serikat, Foo Fighters, baru saja memberikan kejutan besar bagi para penggemar musik dengan menjadi penampil pembuka dalam konser AC/DC di St. Louis, Missouri, AS. Kesempatan langka ini terjadi setelah band pembuka asli, The Pretty Reckless, terpaksa batal tampil dalam rangkaian tur dunia bertajuk Power Up tersebut.
Alih-alih merasa turun pamor karena tampil sebagai band pembuka, sang vokalis, Dave Grohl, justru menyebut momen ini sebagai salah satu pencapaian terbesar dalam hidupnya. Di hadapan ribuan penonton, mantan dramer Nirvana tersebut mengungkapkan antusiasme luar biasa sekaligus memberikan sinyal mengenai potensi kolaborasi tur bersama di masa depan.
Meski tampil sebagai band pembuka dengan durasi yang lebih terbatas, band pelantun Best of You ini tetap menyuguhkan energi maksimal. Mereka membawakan total sepuluh lagu hits terbaik, mulai dari All My Life, The Pretender, hingga lagu penutup Everlong.
Mewujudkan Impian Masa Kecil Dave Grohl
Bagi Dave Grohl, kesempatan berbagi panggung dengan AC/DC bukan sekadar urusan profesionalitas pekerjaan, melainkan perwujudan mimpi masa kecil yang menjadi nyata. Melalui unggahan media sosial sebelum konser, Grohl menceritakan bagaimana ia sangat mengidolakan Brian Johnson dan kawan-kawan sejak kecil. Ketertarikannya pada musik rock bahkan berawal setelah ia menonton film dokumenter konser AC/DC rilisan tahun 1980 yang berjudul Let There Be Rock.
Sebelum memulai lagu terakhir di set mereka, Grohl sempat menyampaikan pidato emosional kepada para penonton mengenai betapa berartinya momen tersebut bagi dirinya pribadi. “Saya sangat bersemangat mendapatkan kehormatan untuk membuka konser AC/DC malam ini,” ujar Grohl di atas panggung. Ia menambahkan bahwa momen ini merupakan daftar keinginan terbesar dalam hidupnya yang akhirnya berhasil terwujud setelah sekian lama berkarier di industri musik.
Lebih lanjut, Grohl dengan gaya khasnya yang jenaka juga menyampaikan rasa terima kasih kepada band yang batal tampil. Ia berseloroh ingin mengirimkan hadiah sebagai bentuk apresiasi karena telah memberikan kesempatan emas ini kepada Foo Fighters. “Terima kasih banyak kepada Taylor dan The Pretty Reckless, kami tidak akan berada di sini sekarang jika bukan karena mereka. Oh Tuhan, kirimkan mereka keranjang keju yang besar,” kelakar Grohl yang disambut gelak tawa penonton.
Sinyal Kuat Tur Bersama di Masa Depan
Tidak hanya mengungkapkan rasa bahagianya, Dave Grohl juga memicu histeria penonton dengan memberikan isyarat mengenai kemungkinan kedua band raksasa ini untuk melakukan tur bersama secara penuh. Meskipun belum ada kesepakatan resmi, pernyataan Grohl di atas panggung mengindikasikan bahwa ide tersebut sangat mungkin diwujudkan di masa mendatang.
“Kami tidak pernah mengucapkan selamat tinggal, karena kami selalu kembali. Saya tidak tahu apakah kami akan pernah membuka konser AC/DC lagi, meskipun sejujurnya saya pikir itu akan menjadi sebuah tur yang sangat luar biasa,” ungkap Grohl yang langsung disambut sorak-sorai meriah dari seluruh penjuru stadion.
Hubungan antara kedua band ini sebenarnya sudah terjalin cukup erat sebelumnya. Pada tahun 2021, Foo Fighters sempat mengajak vokalis AC/DC, Brian Johnson, untuk tampil bersama sebagai tamu spesial dalam acara amal VAX LIVE untuk membawakan lagu klasik Back In Black. Saat ini, Foo Fighters masih disibukkan dengan jadwal tur mandiri mereka yang bertajuk Take Cover untuk mempromosikan album terbaru mereka, sementara AC/DC juga terus melanjutkan perjalanan tur Power Up ke berbagai kota lainnya di AS.
