Fuji Ungkap Kronologi Dugaan Penggelapan Dana, Kali Ini Ulah Admin Sendiri
·waktu baca 3 menit

Selebgram Fujianti Utami Putri alias Fuji menyambangi Polres Metro Jakarta Selatan pada Jumat (31/10) untuk melengkapi laporan terkait dugaan kasus penggelapan dana. Kali ini, diduga penggelapan tersebut dilakukan oleh admin kepercayaan Fuji sendiri.
Didampingi kuasa hukumnya, Sandy Arifin, Fuji membeberkan kronologi kasusnya. Peristiwa ini bermula saat Fuji tengah melakukan proses persetujuan rutin untuk konten endorsement.
"Lagi malam-malam, terus lagi dimintai video approval untuk video endorsement. Terus pas aku cek, eh, aku minta dong lihat bukti transferannya," kata Fuji.
“Biasanya selalu aku lihat, bukti transferannya mana, sebelum di-upload. Saat dia kasih bukti transferan, kok berbeda dengan rate card yang aku punya. Di situ aku menanyakan ini nilai dari mana, terus kok bisa ada nilai segini," lanjutnya.
Kecurigaan Fuji menguat saat adminnya memberi penjelasan yang terdengar janggal dan panik. Hal itu mendorongnya untuk melakukan menginterogasi lebih dalam.
"Menurut aku penjelasannya itu agak panik kali ya. Padahal aku niatnya bukan curiga atau apa, aku cuma pengin tahu aja ini rate-nya dari mana gitu," tutur Fuji.
"Habis itu aku pegang handphone-nya kan, handphone kerja aku. Aku lihat, aku kontak kliennya. Aku minta untuk bukti transferan yang pernah dijalani untuk kontrak kerja yang pernah dijalani,” lanjutnya.
Setelah menerima bukti transfer langsung dari klien, Fuji mengetahui fakta bahwa dana tersebut tidak pernah masuk ke rekeningnya.
"Ternyata transferannya itu bukan ke aku. Yang dia kasih unjuk ke aku pun, itu bukti transfer brand lain. Jadi kayak gali lobang tutup lobang gitu. Untuk brand A, nanti dia kasih bukti transferan yang brand Z. Nanti yang brand A, dia ambil gitu," jelas Fuji.
Fuji menilai, terduga pelaku sudah melakukan penggelapan dana sejak awal bekerja dengannya.
"Lama-lama mungkin jadi nekat, jadi serakah. Makin lama banyak, terus jadi ajak orang lain juga. Jadi rapi gitu mainnya, karena semakin banyak personelnya gitu," ucap Fuji.
Pelaku Tidak Sendirian
Kuasa hukum Fuji, Sandy Arifin, membenarkan bahwa, pelaku tidak bertindak sendirian. Fakta ini yang tengah didalami lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
"Maksudnya kalau dari keterangan yang tadi, klien kami menyampaikan bahwa dia tidak sendiri. Lebih dari satu orang. Itu yang lagi didalami sama penyidik. Makanya tadi ada keterangan tambahan yang harus Fuji sampaikan," ungkap Sandy.
Kejadian ini menjadi pukulan kedua bagi Fuji, setelah sebelumnya juga pernah bermasalah dengan mantan manajernya.
Meski mengaku sudah berhati-hati, Fuji merasa kecolongan karena para pelaku diduga saling bekerja sama menutupi kejahatan mereka.
"Kan ini jatuhnya jadi yang kedua. Sudah lumayan hati-hati banget, tapi ya susah, kalau misalnya saling membantu. Jadi kayak mata, mulut, kuping kita tuh juga jadi ditutup gitu lho," sesal Fuji.
Kendati demikian, Fuji tegar dan percaya bahwa kebenaran pada akhirnya akan terungkap.
"Mainnya rapi soalnya. Tapi, ya sudah, serapi apa pun pasti akan ketahuan juga kalau mainnya kotor kan," tutup Fuji.
