Kumparan Logo

Guru Ngaji Jokowi Ungkap Keinginan Didi Kempot Sebelum Meninggal Dunia

kumparanHITSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Guru mengaji Presiden Joko Widodo, KH Abdul Karim Ahmad melayat jenazah almarhum Didi Kempot. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Guru mengaji Presiden Joko Widodo, KH Abdul Karim Ahmad melayat jenazah almarhum Didi Kempot. Foto: kumparan

KH Abdul Karim Ahmad (Gus Karim) yang merupakan guru ngaji Presiden Jokowi mengungkapkan keinginan Didi Kempot semasa hidupnya.

Ia mengatakan Didi memiliki keinginan untuk berduet bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, salah satu ulama terkemuka di Solo, untuk membawakan lagu Jawa Qosidahan Nuansa Islami.

Hal itu sempat diungkapkan Didi Kempot saat bertemu dengan Gus Karim.

"Saya masih ingat, empat hari lalu bertemu dengan Didi Kempot di Ponppes Al-Quraniy Azzayadiy di Solo, Jawa Tengah. Didi kempot mengungkapkan keinginan itu (bikin lagu Jawa Qosidahan Nuansa Islami)," ujar Gus Karim di RS Kasih Ibu Solo, Selasa (5/5).

Musisi Didi Kempot usai konferensi pers jelang konser 30 tahun berkarya dikawasan TMII, Jakarta, Selasa, (10/3/2020). Foto: Ronny

Didi juga sempat mengungkapkan keinginan untuk berangkat umrah bersama istrinya.

"Alhamdulillah, akhir-akhir ini Beliau dekat dengan urusan agama. Beliau sering minta air saya, itu yang menjadi kenangan bersama. Terakhir, Beliau juga ingin umrah," ungkapnya.

Tidak hanya itu, Didi Kempot juga ingin berziarah ke makam Wali Songo. Kini, sosok Didi tinggal menjadi kenangan di hati setiap orang yang mengenalnya.

"Almarhum adalah sosok tawaduk, rendah diri. Orang besar tetapi tidak sombong, dan merakyat," tutup Gus Karim.