Hadiri Pemeriksaan, Nur Rohmah Mantan ART Erin Alami Gangguan Kecemasan
ยทwaktu baca 2 menit

Kasus dugaan penganiayaan yang menyeret nama Erin memasuki babak baru. Nur Rohmah, mantan Asisten Rumah Tangga (ART) yang menjadi saksi kunci bagi pelapor bernama Hera, menyambangi Polres Metro Jakarta Selatan pada Selasa (9/6).
Nur Rohmah hadir didampingi kuasa hukumnya, Basuki, untuk menyerahkan bukti tambahan berupa hasil rekam medis terkait kondisi kesehatan mental Nur Rohmah pasca bekerja di kediaman Erin.
Basuki menegaskan, kliennya perlu memberikan penjelasan lebih mendalam kepada penyidik berdasarkan temuan medis tersebut.
"Teh Nur akan memberikan keterangan ke penyidik terkait tambahan keterangan dimaksud. Bukti tambahan hanya kemarin kami ambil yaitu bukti tes kesehatan kejiwaan beliau yang kemarin sudah ditangani ya," ujar Basuki ditemui di Polres Jakarta Selatan.
Basuki menunjukkan dokumen rekam medis kliennya. Ia membacakan detail pemeriksaan psikologi yang dilakukan pada 5 Juni 2026, yang mencakup berbagai metode evaluasi mulai dari wawancara hingga psikotes untuk mengukur kesehatan jiwa kliennya.
Berdasarkan evaluasi profesional, ditemukan adanya indikasi gangguan kesehatan mental yang memengaruhi kehidupan sehari-hari sang mantan ART.
"Berdasarkan pemeriksaan psikologi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Saudari Nur Rohmah menunjukkan ciri gangguan jiwa berupa gangguan kecemasan tertentu lainnya. Kondisi yang dialami Saudari ini mempengaruhi aspek kognitif, emosi, dan sosial dalam menjalankan aktivitas sehari-hari," ungkap Basuki mengutip kesimpulan medis.
Tak hanya hasil diagnosis, dokumen tersebut juga memuat rekomendasi medis bagi pemulihan Nur Rohmah.
"Saudari Nurroh harap untuk dapat mengikuti intervensi psikologi secara berkala. Kedua, saudari Nurroh disarankan mengikuti pemeriksaan lanjutan dengan psikolog forensik. Ketiga, dukungan dari keluarga dan orang terdekat agar dapat memberikan situasi yang lebih kondusif," tambah Basuki.
Basuki yakin kondisi gangguan kecemasan yang dialami Nur Rohmah bukan tanpa alasan. Ia menegaskan ada hubungan sebab-akibat yang kuat antara kondisi mental kliennya saat ini dengan kejadian yang dialami selama bekerja sebagai ART di rumah Erin.
"Betul sekali (sebab-akibat). Jadi rentetan peristiwa yang dialami saat beliau ada di tempat bekerja, inilah yang hasilnya didapatkan setelah mengikuti serangkaian tes pada tanggal 5 yang lalu," tutup Basuki sebelum memasuki ruang penyidik.
