Hadirkan Creative Asia di JAFF, Netflix Perdalam Komitmen untuk Asia Tenggara
5 Desember 2025 14:57 WIB
·
waktu baca 3 menit
Hadirkan Creative Asia di JAFF, Netflix Perdalam Komitmen untuk Asia Tenggara
Bertepatan dengan penyelenggaraan JAFF ke-20, Netflix menghadirkan debut program Creative Asia.kumparanHITS

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Bertepatan dengan penyelenggaraan JAFF yang ke-20, Netflix meluncurkan serangkaian inisiatif industri yang menyeluruh, meliputi debut Creative Asia di Asia Tenggara dan kemitraan dua tahun dengan Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI), yang dimulai dengan peluncuran buku panduan keselamatan produksi nasional.
Netflix juga menyelenggarakan musim kedua Reel Life Camp (program pelatihan produksi langsung) dan lokakarya fotografi unit still pertama yang akan membantu para fotografer lokal menjalani peran kreatif baru dengan percaya diri.
“Meskipun dunia streaming telah berubah, dukungan kami untuk kawasan ini tetap konsisten, dan dengan bangga bersifat lokal. Komitmen kami pun bukan hanya kepada para kreator yang sudah menjadi sorotan, tetapi juga mereka yang masih membentuk jati diri," ucap Senior Director Content Netflix untuk Asia Tenggara, Malobika Banerji.
Creative Asia Pertama di Asia Tenggara
Creative Asia sendiri baru pertama kali diselenggarakan di Asia Tenggara dan berlangsung di Indonesia. Sebelumnya, program ini sukses diselenggarakan di Busan International Film Festival (BIFF).
ADVERTISEMENT
Program ini mempertemukan sineas muda dengan kreator besar untuk berbagi wawasan mengenai seni bercerita, kolaborasi, hingga peluang industri.
“Sungguh berarti bahwa Netflix, BIFF, dan JAFF memiliki visi yang sama, yakni mengembangkan sinema Asia sebagai cerminan masyarakat yang dinamis dan bersemangat. Saya antusias melihat inisiatif ini tumbuh di kawasan kami," ucap Pendiri dan Direktur Eksekutif JAFF Ifa Isfansyah.
Sesi Utama Creative Asia di JAFF
Program Creative Asia di JAFF 2025 hadir dalam beberapa sesi. Beberapa di antaranya adalah perbincangan antara sutradara Joko Anwar dan Erik Matti yang berasal dari Filipina mengenai risiko kreatif dan evolusi genre Asia Tenggara.
Kemudian, ada pula diskusi soal gelombang zombie Asia Tenggara bersama sutradara film Ziam (Thailand), Outside (Filipina), dan Abadi Nan Jaya (Indonesia).
ADVERTISEMENT
Lalu pelatihan produksi dari tim regional Netflix yang memberikan panduan praktis tentang pengembangan dan produksi skala internasional.
Kemitraan Baru Netflix dan APROFI
Di JAFF, Netflix dan APROFI menandatangani Nota Kesepahaman dua tahun untuk memperkuat ekosistem kreatif Indonesia. Kolaborasi ini mencakup pendanaan lokakarya teknis bagi berbagai peran produksi, peluang pelatihan kerja dalam proyek-proyek Netflix, serta dialog industri berkelanjutan.
Keduanya juga merilis buku panduan nasional pertama tentang keselamatan produksi di Indonesia, menjadi rujukan penting bagi pelaku industri dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, yang turut hadir menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman itu menyambutnya dengan baik.
“Industri film Indonesia adalah penggerak ekonomi. Pendekatan gotong-royong ini menunjukkan kolaborasi nyata antara asosiasi, industri, dan Netflix. Saya yakin ini menjadi awal kemitraan jangka panjang.”
ADVERTISEMENT
Reel Life Camp dan Pencarian Bakat Baru
Netflix juga kembali menggelar Reel Life Camp yang didukung Netflix Fund for Creative Equity. Program ini menarik lebih dari 800 pelamar dan melibatkan hampir 100 peserta dalam pelatihan daring, tatap muka, hingga praktik langsung.
Peserta mendapat pembekalan intensif dalam produksi, pascaproduksi, efek visual, penyuntingan, dan penulisan skenario. Bersama Soda Machine Films, Netflix juga menghadirkan Screenwriters Fellowship edisi kedua untuk mencari bakat-bakat penulis skenario terbaru.
Pengumuman Proyek Baru, Adaptasi Karya Dee Lestari
Di penghujung program Creative Asia, Netflix memamerkan cuplikan eksklusif deretan judul Asia Tenggara yang akan datang, termasuk behind the scenes dari film remake Thailand Ploeng Phra Nang, serta konfirmasi penayangan serial Filipina terbaru Erik Matti, BuyBust: The Undesirables, tahun depan.
ADVERTISEMENT
Pengumuman besar lainnya adalah kerja sama Netflix dengan penulis kondang, Dee Lestari, untuk mengadaptasi tiga novelnya, yaitu Rapijali, Aroma Karsa, dan Perahu Kertas menjadi serial orisinal.
Rapijali akan disutradarai oleh Sabrina Rochelle (Home Sweet Loan) dan Kamila Andini (Gadis Kretek) akan menangani serial Aroma Karsa.
