Kumparan Logo

Halsey Jelaskan Maksud Cuitannya di Twitter tentang Konflik Israel dan Palestina

kumparanHITSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Halsey di acara American Music Awards 2019, Los Angeles, California, AS. Foto: REUTERS/Danny Moloshok
zoom-in-whitePerbesar
Halsey di acara American Music Awards 2019, Los Angeles, California, AS. Foto: REUTERS/Danny Moloshok

Saat ini, konflik kembali memanas di Palestina. Semua bermula ketika polisi Israel memblokade Damaskus ketika orang-orang Palestina berniat berkumpul untuk merayakan Ramadhan.

Penyanyi asal Amerika Serikat, Halsey, turut berkomentar mengenai konflik tersebut. Hal itu disampaikannya melalui Twitter.

"Tidak terlalu rumit untuk mengerti bahwa anak-anak berkulit cokelat dibunuh dan orang-orang dijajah oleh salah satu tentara terkuat di dunia. Jangan menutup mata tentang horor sederhana mengenai agama dan geopolitik ini," tulis Halsey di Twitter.

Halsey Foto: REUTERS/Mario Anzuoni

Banyak orang kemudian menghujat Halsey atas unggahan tersebut. Mereka mempermasalahkan kata 'anak-anak berkulit cokelat' yang ditulis Halsey.

Akhirnya, Halsey memberi klarifikasi terkait cuitannya tersebut. Ia mengatakan bahwa tulisan itu sengaja ia buat secara khusus untuk orang-orang kulit putih di Amerika Serikat.

"Cuitanku adalah untuk orang-orang kulit putih di Amerika Serikat yang tak peduli pada krisis di Timur Tengah dan mengatakan bahwa masalah krisis itu 'terlalu rumit'. Maaf aku tidak menjelaskan target dari cuitanku itu," tulisnya.

X post embed

Bukan cuma di Twitter, Halsey juga menyatakan pendapatnya mengenai konflik Israel dan Palestina di Instagram.

"Hatiku hancur melihat kekerasan yang terjadi antara Israel dan Palestina! Aku tak kuat melihatnya! Anak-anak tak berdosa dari Israel dan Palestina sembunyi di tempat penampungan, lebih dari 40 nyawa melayang di Gaza dan setidaknya 13 di antaranya adalah anak-anak!" tulis Halsey.

"Harus ada pemecahan dari masalah ini! Kami sangat sedih orang-orang tak berdosa harus menjadi korban pemerintah dan ekstremis dan lingkaran berbahaya ini harus segera diputus!" sambungnya.