Harapan Nicholas Saputra dalam Video Gen Z Bergerak: Bakti untuk Indonesia
·waktu baca 4 menit

Bakti BCA baru saja meluncurkan video yang merangkum pengabdian 4 tim mahasiswa pemenang program Genera-Z Berbakti di 4 desa wisata binaan Bakti BCA.
Video berjudul “Gen Z Bergerak: Bakti untuk Indonesia” ini menyoroti perjalanan generasi muda dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat, dan menghadirkan Duta Bakti BCA Nicholas Saputra serta aktris Happy Salma.
Video yang dibuat dengan konsep semi dokumenter ini menggambarkan empat tim pemenang program Genera-Z Berbakti dari kampus berbeda. Mereka menjalankan program pengabdian masyarakat di empat desa wisata binaan Bakti BCA.
Adapun 4 tim pemenang yang berhak mendapatkan pendanaan untuk menjalankan program pengabdian berdasarkan proposal mereka, yaitu tim dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Universitas Lampung (UNILA), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dalam video berdurasi sekitar 8 menit ini, masyarakat juga bisa menyaksikan kecantikan dan potensi wisata di keempat desa lokasi program. Seperti pesona laut jernih dan populasi penyu di Desa Wisata Pulau Derawan, Kalimantan Timur; juga gerak lincah kawanan lumba-lumba dan debur ombak di perairan Desa Teluk Kiluan, Lampung.
Selain itu, masyarakat juga akan disuguhi kecantikan alam Desa Wisata Edelweis Wonokitri di Jawa Timur dan eksotisme Danau Zamrud--danau gambut kedua terbesar di dunia--di Desa Wisata Dayun, Riau.
Keterlibatan Nicholas Saputra dan Happy Salma dalam video “Gen Z Bergerak: Bakti untuk Indonesia” bukan sekadar pemanis. Sebagai panelis di sesi penjurian program Genera-Z Berbakti, mereka turut memonitor langsung jalannya program di lapangan.
Nicholas Saputra dan Happy Salma juga ikut serta berdialog dengan mahasiswa dan masyarakat, mendorong kolaborasi, hingga terlibat langsung dalam pelaksanaan program.
Melalui narasinya, Nicholas Saputra dan Happy Salma membangun sebuah kisah inspiratif tentang bagaimana ide-ide generasi muda dapat bersinergi dengan kearifan lokal untuk menciptakan perubahan positif.
"Melihat langsung semangat dan inovasi dari adik-adik Genera-Z Berbakti ini, memberikan harapan besar. Mereka tidak hanya membawa ilmu, tetapi juga hati untuk berkolaborasi dengan masyarakat. Inilah esensi dari pengabdian yang tulus dan berdampak," bintang film AADC ini dalam keterangan resminya.
Peluncuran video ini secara resmi menutup rangkaian program Genera-Z Berbakti yang diselenggarakan Bakti BCA sejak Maret 2025. Genera-Z Berbakti merupakan inisiatif Bakti BCA yang dirancang sebagai kompetisi call for proposal bagi mahasiswa di Indonesia.
Melalui program ini, Bakti BCA tidak hanya menyediakan pendanaan, tetapi juga membuka akses bagi para mahasiswa untuk mengimplementasikan gagasannya secara langsung di 4 desa binaan Bakti BCA.
Program Tim Pemenang Genera-Z Berbakti
1. UI di Desa Wisata Edelweiss Wonokitri, Jawa Timur
Program yang diusung tim UI mengambil nama SAVANA, yang merupakan singkatan dari Sustainable Action for Village, Agriculture, Nature, and Health.
Selama kurang lebih 1 bulan, tim UI berhasil mengimplementasikan aksi konservasi edelweiss melalui program “Jurnal Edelweis”, yaitu memasang 2 alat pemantauan curah hujan dan mitigasi risiko longsor bernama “SiCuhal”, mengadakan lokakarya pestisida organik yang diikuti 90 peserta dari Kelompok Tani dan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta menggelar pemeriksaan kesehatan bagi 90 warga sekaligus memberikan edukasi tentang hipertensi.
2. UNSRAT di Desa Wisata Pulau Derawan, Kalimantan Timur
Membawa program berjudul “Derawan Sehat, Derawan Hebat”, UNSRAT berfokus pada isu kesehatan dan sanitasi. Selama masa pengabdian, tim UNSRAT memasang 1 unit alat filter air menggunakan sistem filtrasi dan UV sterilizer, instalasi 1 unit alat bioseptic di penginapan terapung Derawan, membangun 1 unit alat biogas satu tahap dengan memanfaatkan limbah organik rumah tangga dan usaha kuliner.
Menyasar terciptanya generasi penerus bangsa yang berkualitas, UNSRAT menggelar edukasi terkait pencegahan stunting dan pentingnya sanitasi lingkungan bagi anak-anak dan keluarga.
3. UNILA di Desa Wisata Kiluan Negeri, Lampung
Tim UNILA menggunakan pendekatan berbasis teknologi sebagai strategi utama. Mereka memanfaatkan internet of things (IoT) untuk menciptakan sistem peringatan dini tsunami bencana bernama Smart Detector Tsunami.
Sebanyak 5 unit alat tersebut telah terpasang di perairan Teluk Kiluan, menjadi sistem pencegah kebencanaan di masa mendatang.
Selain itu, tim UNILA berhasil mentransplantasi 150 bibit terumbu karang baru di sekitar perairan Teluk Kiluan, serta melakukan program penanaman 1.000 pohon mangrove. Kelompok beranggotakan 10 orang ini juga menggelar program Eco Education yang berhasil menjangkau hampir 80 warga, sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang mitigasi bencana .
4. UGM di Desa Wisata Dayun, Riau
Tim UGM mengusung program “Optimalisasi Pengembangan Wisata Berbasis Digital dan Pusat Budaya Melayu”. Kelompok beranggotakan 12 orang ini menyelenggarakan pameran kuliner lokal serta Festival Kebudayaan Melayu Siak yang berhasil menarik lebih dari 6.000 pengunjung dalam 2 hari.
Mereka juga merancang program Trash to Cash, dalam rangka mengubah menjadi sumber penghasilan atau produk yang bernilai ekonomi. Tim UGM juga mengimplementasikan program pelatihan digital marketing dan storytelling budaya untuk mendorong pengembangan pariwisata.
