Entertainment
·
16 Mei 2020 18:25

Henky Solaiman di Mata Istri: Tak Pernah Marah, Kami Jarang Sekali Bertengkar

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Henky Solaiman di Mata Istri: Tak Pernah Marah, Kami Jarang Sekali Bertengkar (209314)
Henky Solaiman. Foto: Instagram/@opahenky
Kepergian Henky Solaiman meninggalkan kesan yang baik di mata orang-orang di sekitarnya, tak terkecuali sang istri. Menurut perempuan bernama Edmay Indriani itu, almarhum merupakan suami yang luar biasa.
ADVERTISEMENT
Hampir 50 tahun membina rumah tangga bersama, mereka tak kerap bertengkar. Henky Solaiman pun, diakui Edmay Indriani, bukan seseorang yang temperamental.
"Dia orangnya baik, tidak pernah marah, sabar sekali. Ya, kami mengarungi 48 tahun, ya, jarang sekali bertengkar. Paling sebentar, lalu baik lagi," ungkap Edmay Indriani di Rumah Sakit Husada, Sabtu (16/5).
Henky Solaiman di Mata Istri: Tak Pernah Marah, Kami Jarang Sekali Bertengkar (209315)
Henky Solaiman. Foto: Instagram/@opahenky
Ia kemudian mengungkap pesan yag sempat disampaikan oleh Henky Solaiman sebelum mengembuskan napas terakhir.
"Dia cuma pesan kepada kami saja, kepada anak-anak, supaya tetap bersatu. Dia selalu mengucap syukur, kok, apa yang telah dia dapat," ujarnya.
Menutup perbincangan, Edmay Indriani menyampaikan doa untuk Henky Solaiman, suami tercintanya.
"Ya, biar diterima di sisi Tuhan. Dia sudah bersyukur sekali atas semua apa yang telah dia dapat, yang telah diberikan Tuhan, anak-anak semua sudah baik, dan kariernya juga sudah diberikan yang terbaik," pungkas Edmay Indriani.
Henky Solaiman di Mata Istri: Tak Pernah Marah, Kami Jarang Sekali Bertengkar (209316)
Henky Solaiman. Foto: Instagram/@opahenky
Henky Solaiman yang mengidap kanker usus sempat pamit dari kancah akting. Ia memutuskan mundur dari sinetron Dunia Terbalik pada Januari lalu.
ADVERTISEMENT
Ia kemudian menjalani operasi pengangkatan tumor pada Maret lalu di Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta. Operasi tersebut memang berhasil dilakukan, namun Henky Solaiman mengalami pendarahan sehingga membutuhkan donor darah dengan golongan AB positif.
Selama dirawat di rumah sakit usai menjalani operasi, Henky Solaiman kerap meminta pulang ke rumah. Keluarga pun mengabulkan permintaan itu lantaran kondisi kesehatan almarhum tak mengalami kemajuan. Pada akhirnya, lelaki kelahiran 30 Agustus 1941 itu mengembuskan napas terakhir di kediamannya.