Ibu Ferry Irawan Alami Pecah Pembuluh Darah Mata Usai Anaknya Terjerat KDRT
ยทwaktu baca 2 menit

Ferry Irawan kini tengah menjalani penahanan di Polda Jawa Timur, setelah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus KDRT terhadap Venna Melinda. Di tengah kasus tersebut, beredar pula pemberitaan miring soal Ferry.
Salah satunya, yang menyebutkan bahwa pria berusia 45 tahun itu tak memberikan nafkah untuk Venna Melinda. Kabar tersebut juga sampai ke telinga sang ibunda, Hariati.
Akibat banyaknya pemberitaan miring, ibunda Ferry lantas jatuh sakit. Ia disebut mengalami pecah pembuluh darah di bagian mata. Hal ini disampaikan oleh adik Ferry, Maya.
"Di (mata bagian) kiri mulai ada yang pecah. Saat mendengar pertama kali (soal Ferry), ibu saya seperti ditimpa sesuatu yang besar," tutur Maya saat gelar jumpa pers di kawasan Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Kamis (19/1).
Kata Maya, Hariati sangat terpukul atas beragam pemberitaan miring tersebut. Saat ini, lanjut Maya, sang ibu telah menjalani operasi usai mengalami pembuluh darah pecah.
"Saya tenangkan ibu saya, saya urus ibu saya, sejak ibu saya sakit hingga operasi, saya yang biayai dengan kakak-kakak saya," ujar Maya.
Pihak Keluarga Ferry Irawan Sudah Berupaya Hubungi Venna Melinda
Maya mengatakan bahwa ibunya sempat berupaya berkomunikasi dengan pihak Venna usai kasus KDRT ini mencuat. Kendati demikian, sampai saat ini Venna masih belum memberikan respons.
"Ibu saya mencoba berkomunikasi, namun tidak diangkat oleh pihak yang mengatakan sebagai korban," tutur Maya.
"Berita makin banyak bermunculan, saya juga mencoba berkomunikasi dengan korban, namun tidak diangkat, saya WA tidak direspons dan tidak dibaca," lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, kuasa hukum keluarga, Sunan Kalijaga, berharap agar masyarakat berhenti menghujat Ferry. Apalagi sampai saat ini belum ada kepastian hukum atas persoalan itu.
"Opini yang dibawa oleh pihak tertentu merugikan keluarga Ferry Irawan. Saya mengimbau kepada masyarakat agar tidak menghujat sebelum ada kepastian hukum apakah Ferry bersalah atau tidak," tandasnya.
