kumparan
Entertainment18 Oktober 2019 9:47

Ifan 'Seventeen' Akui Sempat Pingsan Saat Melihat Panggung Musik Lagi

Konten Redaksi kumparan
Ifan 'Seventeen', Potrait
Ifan 'Seventeen'. Foto: Instagram/@ifanseventeen
Saat ini, Ifan 'Seventeen' bisa dikatakan sebagai musisi Indonesia yang paling tegar.
ADVERTISEMENT
Bagaimana tidak, semua personel Seventeen selain dirinya, yakni Herman (gitar), Bani (bas gitar), dan Andi (drum), meninggal dunia kala tampil di Tanjung Lesung, Banten yang dihantam musibah tsunami dahsyat pada Desember 2018.
Tahun ini, Ifan akhirnya memberanikan diri untuk tampil sebagai solois dan merilis single 'Masih Harus Di Sini'. Lagu tersebut diciptakan oleh David, keyboardist band NOAH'.
Beberapa waktu lalu, Ifan sebenarnya sempat menyampaikan niatan untuk berhenti menjadi penyanyi dan mundur dari dunia hiburan. Nyatanya, hal itu memang benar adanya.
"Benar banget (ingin pensiun). Aku ingat waktu itu aku ngobrol sama manajemen, aku bilang aku mau hidup di pesantren aja. Untuk hidup nanti aku dari endorse produk muslim," ungkapnya seraya tertawa saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (17/10).
Ifan 'Seventeen'
Ifan 'Seventeen'. Foto: Instagram/@ifanseventeen
Ifan mengaku, saat itu ia sangat drop dan bahkan tidak mau sama sekali menggenggam mikrofon atau alat musik lain, seperti gitar dan keyboard. Bahkan ia ingat, sempat mengalami shock berat hanya dengan melihat panggung musik.
ADVERTISEMENT
"Waktu pertama kali aku ketemu lagi panggung, aku pingsan. Memang waktu itu aku sok-sokan sih, waktu itu baru 10 hari setelah kejadian (tsunami Banten dan Lampung Selatan) ada acara tribute to Seventeen. Gue sok-sokan ke belakang panggung, terus pingsan aja gitu, gelap," tuturnya.
Ifan 'Seventeen', Potrait
Ifan 'Seventeen'. Foto: Instagram/@ifanseventeen
Ifan juga bercerita bahwa ia sempat merasa linglung ketika disuruh naik panggung. Menurutnya, panggung bukan lagi tempat yang nyaman dan justru bisa menimbulkan banyak rasa trauma.
"Mungkin banyak yang enggak tahu, aku udah nemuin banyak psikiater dan pergi ke berbagai pondok pesantren. Karena (manggung) itu jadi hal yang sangat tidak mudah," kata Ifan.
"Bukan cuma panggung yang menakutkan, aku juga sempat ada di titik yang aku enggak bisa ketemu orang, dengar orang ngomong itu aku enggak bisa, dengar telepon enggak bisa. Jadi, aku kayak balik ke usia 10 tahun gitu yang aneh-aneh," tambahnya.
Ifan 'Seventeen', Potrait
Ifan 'Seventeen'. Foto: Instagram/@ifanseventeen
Perasaan tidak takut mati pun terus menerus menghampiri Ifan. Ia merasa, kematian justru bisa mengembalikan kebahagian bersama rekan-rekan Seventeen, juga Dylan Sahara, istrinya yang ikut meninggal di peristiwa tersebut.
ADVERTISEMENT
Pada akhirnya, seorang kyai di Jawa Tengah berhasil memberi nasihat yang baik pada Ifan. Ia pun berhasil keluar dari keterpurukan dan justru ingin menebarkan hal mulia kala kembali berkarier dunia hiburan mewakili Seventeen.
"Ternyata, yang aku perlukan itu ya, ikhlas aja, seikhlas-ikhlasnya. Apa yang gue lakukan hari ini memang untuk anak-anak (Seventeen). Ini (merilis single sebagai Ifan 'Seventeen) jadi satu-satunya cara gue untuk memberi amal ke anak-anak. Karena, apa lagi yang bisa gue lakukan? Ini doang," imbuhnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan