Ifan Seventeen Jadi Dirut PFN, Joko Anwar: Tak Cukup Meski Pernah Jadi Produser
ยทwaktu baca 2 menit

Penyanyi Ifan Seventeen resmi diangkat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT. Produksi Film Negara (PFN). Penunjukan Ifan sebagai Dirut menuai kontra dari berbagai sineas Tanah Air. Mereka menilai Ifan tak punya akuntabilitas di dunia perfilman.
Salah satu dari sineas yang kontra adalah Joko Anwar. Menurut Jokan, sapaan akrabnya, persinggungan Ifan ke dunia film masih sangat minim.
"Kalau Ifan Seventeen, betul dia adalah musisi, tetapi kalau di film persinggungannya masih sangat kecil. Dia pernah jadi produser di film dokumenter, subjeknya juga dia. Dia mungkin juga terlibat di 1-2 film sebagai produser, tapi saya rasa juga masih belum cukup untuk memahami film," kata Joko Anwar ditemui di Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis (13/3) malam.
Menurut sutradara Pengepungan di Bukti Duri itu, kemampuan Ifan sama sekali tidak sinkron dengan kebutuhan perfilman Indonesia.
"Karena selama ini dia juga tidak ada bicara soal film, tidak tunjukkan rekam jejaknya, sinkron dengan kebutuhan film Indonesia. Ketika banyak orang protes kenapa Ifan (jadi Dirut PFN), ya itu valid," jelas Jokan.
Jokan khawatir kontribusi PFN di dunia perfilman Indonesia jadi semakin kabur ketika Ifan jadi Dirut.
"Karena tanpa memandang profesinya apa, dia tidak punya rekam jejak yang bisa bawa PFN jadi BUMN yang nantinya punya kontribusi untuk perfilman Indonesia," tutur Jokan.
Solusi dari Joko Anwar
Joko Anwar menawarkan dua solusi terkait pemilihan Dirut PFN. Pertama, Jokan meminta PFN berbenah dan berkaca, soal posisi perusahaan BUMN itu sebagai instrumen yang memajukan perfilman Indonesia.
"Cocok atau tidak cocoknya Ifan Seventeen untuk menjabat posisi sebagai Dirut, harus dilihat dari relevansi PFN di perfilman Indonesia dulu. Sebagai BUMN yang bergerak di perfilman, apa sekarang posisinya? Apakah sebagai bagian dari instrumen negara untuk memajukan perfilman Indonesia dan lewat apa?" ungkap Jokan.
Setelahnya, barulah orang bisa tahu siapa sosok yang pantas jadi Dirut PFN, sesuai dengan arah PFN itu sendiri.
"Setelah kita tahu posisi PFN di perfilman Indonesia, baru kita tahu siapa yang seharusnya menjabat," ucap Jokan.
Kedua, PFN diminta Jokan untuk mengadakan pertemuan dengan para sineas Indonesia. Tujuannya, PFN harus mendengar permasalahan langsung dari para sineas yang tengah berproduksi di dunia film.
"Tujuannya, untuk didengar permasalahannya apa. Mungkin PFN nanti kegiatannya membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi di perfilman Indonesia," tutup Joko Anwar.
