Ikke Nurjanah Tanggapi Tren Hipdut: Jangan Lupakan 'Napas' Dangdut
ยทwaktu baca 2 menit

Penyanyi dangdut senior Ikke Nurjanah mengungkap pandangan terkait fenomena "Hipdut" atau perpaduan musik Hip-hop dan dangdut yang kini tengah digandrungi generasi muda.
Ikke mengaku sangat menghargai kreativitas para musisi muda yang berani mengeksplorasi genre dangdut dengan sentuhan modern. Bagi pelantun lagu Terlena ini, perubahan dalam industri musik adalah hal yang wajar dan tidak bisa dihindari.
"Ya kita nggak bisa membendung kreativitas dan kita tidak bisa membilang bahwa apa yang dilakukan sama anak muda sekarang dan tren itu sekarang itu adalah menjadi bagian dari dinamika bermusik," ujar Ikke di kawasan Depok.
Meski mendukung eksplorasi musik, Ikke memberikan catatan penting mengenai batasan dalam berkarya. Ia menekankan bahwa materi lagu harus tetap menjaga norma yang ada.
"Buat saya selama itu isi materinya tidak termasuk dalam erotisme dan sebagainya atau SARA, itu buat saya itu hal-hal yang wajar. Musik itu pasti berkembang sih," tuturnya.
Ikke menilai dangdut sebagai genre yang harus mampu beradaptasi dengan kondisi industri. Ia menyarankan agar musisi tetap menyediakan variasi bagi pendengar, mulai dari yang klasik hingga yang kekinian.
"Dangdut harus menerima kondisi apa pun yang terjadi dalam industri gitu ya. Dan rasanya sih kalau menjaga bagaimana dangdut itu ada, ya divariasikan saja. Yang terbaru hadir, yang klasik tetap ada," tambah Ikke.
Namun, pesan utama yang ia garis bawahi adalah jangan sampai identitas asli dangdut hilang di tengah gempuran tren.
"Saya berharap mereka juga tetap selalu selipkan ada sedikit unsur orisinal atau napas dangdutnya, sehingga kita tetap mau dia hiphop kek, mau dia apa, tapi napas dangdutnya itu tetap nempel," kata Ikke.
Ambil Contoh Pedangdut India
Ikke memberikan contoh industri musik di India, khususnya melalui penyanyi Arijit Singh, mampu mempertahankan identitas meski menggunakan aransemen pop modern.
"India itu dia mempertahankan dua hal malah, ya dari bahasa sama cengkok. Arijit Singh itu mau nyanyinya dengan musik pop modern kontemporer atau apa pun, dia tetap bercengkok, dia tetap punya ruh orisinalitas India," ungkapnya.
Menurutnya, orisinalitas jadi kunci agar sebuah karya memiliki identitas yang kuat, terutama saat dibawa ke kancah internasional. Ia mencontohkan Tenxii dan NDX A.K.A.
"Dengar sekali langsung dangdut nih, tapi enggak dangdut banget, tapi ruhnya ada gitu, terasa nuansa yang diciptakan," jelas Ikke.
